DENPASAR — Meskipun pantauan di Kuta Utara pagi ini menunjukkan kondisi mendung dan hujan ringan, BBMKG Wilayah III Denpasar merilis prakiraan cuaca yang menyatakan bahwa secara umum cuaca di Pulau Dewata pada Minggu (19/7/2026) cenderung cerah berawan. Meski begitu, data menunjukkan potensi cuaca ekstrem tetap ada di sejumlah titik.
Potensi Hujan Lebat di 6 Wilayah, Angin Kencang di 3 Titik
Masyarakat yang beraktivitas di Kabupaten Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Tabanan, dan Kota Denpasar diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Sementara itu, angin kencang diprediksi menerjang tiga wilayah berbeda, yakni Kabupaten Badung, Klungkung, dan Kota Denpasar.
Kecepatan angin di Bali hari ini tercatat berada pada kisaran 4 hingga 40 kilometer per jam. Suhu udara maksimal diperkirakan mencapai 32 derajat Celsius.
Kondisi Gelombang Laut di Pelabuhan Utama Bali
Untuk aktivitas pelayaran, BBMKG merilis data tinggi gelombang di sejumlah pelabuhan strategis. Sebagian besar pelabuhan di Bali selatan dan barat tercatat aman dengan gelombang rendah. Berikut rincian cuaca di sembilan pelabuhan pada pukul 14.00 Wita:
- Pelabuhan ASDP Gilimanuk (Jembrana): Cerah berawan, tinggi gelombang 0,5–1,25 meter.
- Pelabuhan PPP Pengambengan (Jembrana): Cerah, tinggi gelombang 0,5–1,25 meter.
- Pelabuhan Celukan Bawang (Buleleng): Cerah berawan, tinggi gelombang 0,1–0,5 meter.
- Pelabuhan Padangbai (Karangasem): Cerah berawan, tinggi gelombang 0,5–1,25 meter.
- Pelabuhan Benoa (Denpasar): Cerah berawan, tinggi gelombang 0,5–1,25 meter.
- Pelabuhan Sanur (Denpasar): Cerah berawan, tinggi gelombang 0,5–1,25 meter.
- Pelabuhan Nusa Penida (Klungkung): Cerah berawan, tinggi gelombang 0,5–1,25 meter.
- Pelabuhan Kusamba (Klungkung): Cerah berawan, tinggi gelombang 0,5–1,25 meter.
- Pelabuhan Serangan (Denpasar): Cerah berawan, tinggi gelombang 1,25–2,5 meter — yang tertinggi di antara semua pelabuhan yang dipantau.
Gelombang di Perairan Terbuka: Waspada di Selatan Bali
Untuk perairan yang lebih luas, tinggi gelombang di Perairan Utara Bali berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter. Sementara itu, kondisi di Perairan Selatan Bali lebih berbahaya dengan tinggi gelombang mencapai 0,75 hingga 3,5 meter. Nelayan dan operator kapal kecil diimbau untuk tidak melaut jika gelombang diperkirakan melebihi 2 meter.