Pencarian

Gubernur Bali Wayan Koster Targetkan 1.500 Desa Adat Jadi Pusat Ekosistem Digital dan Benteng Pelestarian Budaya

Minggu, 19 Juli 2026 • 16:12:16 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster Targetkan 1.500 Desa Adat Jadi Pusat Ekosistem Digital dan Benteng Pelestarian Budaya
Gubernur Bali Wayan Koster menargetkan 1.500 desa adat sebagai pusat ekosistem digital dan benteng pelestarian budaya.

BANDUNG — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa transformasi digital di Bali harus berakar pada nilai-nilai tradisi, bukan justru menggerusnya. Ia menyebut 1.500 desa adat yang tersebar di seluruh provinsi menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pelestarian budaya.

"Mungkin kalau tidak ada desa adat ini, kebudayaan di Bali sudah terancam punah atau akan terus mengalami penurunan," ujar Koster saat menjadi pembicara utama dalam konferensi bertema "AI, Digital Ethics, and the Future of Geotourism" di ITB.

Website Desa dan Komunitas Digital Yowana Jadi Prioritas

Pemprov Bali tengah menggencarkan pengembangan website di seluruh tingkat desa dan desa adat. Langkah ini dibarengi dengan pelatihan keterampilan digital bagi perangkat desa dan prajuru (pengurus) desa adat.

Tidak hanya menyasar aparatur, para Yowana atau generasi muda desa adat juga difasilitasi untuk membentuk komunitas digital yang aktif. Komunitas ini didorong agar terhubung langsung dengan marketplace dan platform digital global.

Wantilan Disulap Jadi Ruang Kerja Digital

Infrastruktur tradisional seperti wantilan dan balai banjar kini dialihfungsikan menjadi Balinese Culture Meeting Point. Fasilitas komunal ini berperan sebagai pusat pertemuan sekaligus coworking space bagi komunitas digital lokal.

"Pemerintah Provinsi Bali saat ini betul-betul mendorong pelestarian budaya, budaya benda dan tak benda dalam aset digital, sehingga pelestarian kebudayaan Bali hadir dan berdampak nyata dalam ekosistem digital secara niskala dan sekala," tegas Gubernur dua periode yang merupakan alumni ITB itu.

Data Demografi dan Visi Pembangunan Bali Era Baru

Dalam pemaparannya, Koster menjabarkan bahwa Bali saat ini terdiri dari 57 kecamatan, 636 desa, 80 kelurahan, dan 1.500 desa adat. Total penduduk mencapai 4,4 juta jiwa dan diproyeksikan menyentuh 4,5 juta jiwa pada tahun ini dengan tingkat pertumbuhan 0,66 persen.

Transformasi digital ini, lanjut Koster, berpijak pada visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Visi ini mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, niskala sekala.

"Kemajuan teknologi, transformasi digital tidak boleh menerkam kearifan lokal, tapi bagaimana mampu menguatkan identitas budaya dan kearifan lokal," pungkas Koster di hadapan peserta konferensi yang juga dihadiri Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman.

Bagikan
Sumber: baliberkarya.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks