Pencarian

WN Singapura Cekik Pacar di Denpasar Hingga Tewas, Jasad Korban Ditemukan Setelah Seminggu Membusuk di Kamar Kos

Kamis, 16 Juli 2026 • 16:19:31 WIB
WN Singapura Cekik Pacar di Denpasar Hingga Tewas, Jasad Korban Ditemukan Setelah Seminggu Membusuk di Kamar Kos
Pelaku WN Singapura berinisial MZ ditangkap polisi kurang dari tiga jam setelah jasad pacarnya ditemukan di kamar kos di Denpasar.

DENPASAR — Seorang WNA asal Singapura berinisial MZ (26) diringkus aparat gabungan Ditreskrimum Polda Bali, Satreskrim Polresta Denpasar, dan Polsek Denpasar Selatan di Jalan Bypass Ngurah Rai, kurang dari tiga jam setelah polisi menerima laporan penemuan jasad. Pelaku ditangkap pada Rabu (15/7) sekitar pukul 22.00 WITA.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D Simatupang mengungkapkan, pelaku dan korban diketahui telah menjalin hubungan asmara selama satu tahun. Motif sementara yang mendorong aksi pembunuhan ini adalah sakit hati akibat perselingkuhan.

Kronologi Penemuan Jasad: Bau Busuk dan Boneka Penutup Mayat

Adik korban, RA, mendatangi kos di Jalan Mekar II pada pukul 19.00 WITA setelah gagal menghubungi kakaknya. Saat membuka pintu gerbang, RA langsung mencium bau busuk menyengat. Ia kemudian masuk dan membuka pintu kamar korban, di mana ia melihat rambut dan badan kakaknya tertutup boneka mainan.

Saat itu, pelaku MZ keluar dari kamar sebelah. RA yang curiga lalu memukul pelaku dengan helm, namun pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor. Saksi lain, DP, seorang perempuan yang mengaku baru tiga hari berpacaran dengan MZ, mengaku sempat diajak menginap di kos tersebut pada Sabtu (11/7) dan mencium bau tidak sedap. Saat ditanya pada Selasa (14/7), MZ justru marah dan memukul tembok.

Pelaku Overstay Setahun, Korban Asal Tegal

Kombes Simatupang menjelaskan, MZ datang ke Bali untuk berwisata dan telah melebihi masa izin tinggal (overstay) sejak tahun 2025. Korban AS merupakan perempuan asal Tegal, Jawa Tengah, yang bekerja di sebuah tempat biliar di Jalan Nakula, Kuta. Keduanya tinggal bersama di kos tersebut sejak Maret 2025.

"Pelaku melakukan penganiayaan dengan pencekikan terhadap korban kurang lebih 15 menit dan dia mau kabur ke arah Sanur," jelas Kombes Simatupang, Kamis (16/7).

Kondisi Jasad dan Proses Otopsi

Jenazah korban ditemukan dalam posisi tengadah di lantai kamar, tertimbun boneka dan karpet yang terlipat rapi. Kondisi mayat sudah mengalami pembengkakan, pembusukan, dan kulit ari mengelupas. Tidak ditemukan luka terbuka pada tubuh korban.

Jenasah korban telah dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah Sanglah Denpasar menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. Rencananya, otopsi akan dilakukan pada Kamis (16/7) untuk memastikan penyebab kematian. Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Denpasar.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks