MANGUPURA — IODI Badung menurunkan 78 atlet dalam kejuaraan dua hari tersebut. Mereka bersaing tidak hanya dengan perwakilan kabupaten/kota se-Bali, tetapi juga kontingen dari Kalimantan Timur, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Utara.
Dominasi Badung di 63 Nomor Pertandingan
Dari total 63 nomor yang diikuti, kontingen Badung hampir selalu masuk podium. Rincian perolehan medali menunjukkan konsistensi di semua kategori: 21 emas, 31 perak, dan 22 perunggu. Capaian ini menjadikan Badung sebagai kontingen dengan koleksi medali terbanyak di ajang tersebut.
Bukan Sekadar Pesta Medali, Tapi Evaluasi Atlet
Ketua Umum IODI Kabupaten Badung, Dr. AA Yuyun Hanura Eny, menegaskan bahwa kejuaraan ini lebih dari sekadar perburuan medali. Menurutnya, Bali Open menjadi ajang evaluasi teknik, mental bertanding, dan perkembangan atlet ketika berhadapan dengan peserta dari luar daerah.
"Kejuaraan ini menjadi ajang evaluasi yang sangat penting bagi kami. Dari sini kami bisa melihat kemampuan teknik, mental bertanding, serta perkembangan setiap atlet ketika bersaing dengan peserta dari berbagai daerah. Raihan medali tentu membanggakan, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana hasil ini menjadi bahan pembinaan ke depan," ujar Yuyun.
Porprov 2027 Jadi Target Utama
Seluruh atlet yang tampil di Bali Open merupakan bagian dari program pembinaan jangka panjang IODI Badung. Hasil kejuaraan ini akan menjadi dasar penyusunan program latihan yang lebih terarah untuk menghadapi Porprov Bali 2027.
Yuyun mengingatkan bahwa persaingan di pesta olahraga dua tahunan tersebut dipastikan jauh lebih kompetitif. Peningkatan kualitas teknik, disiplin latihan, serta jam terbang atlet menjadi fokus utama dalam masa persiapan ke depan.
"Persaingan di Porprov nanti tentu akan lebih ketat. Karena itu kami ingin seluruh atlet terus meningkatkan kualitas, disiplin latihan, dan menambah pengalaman bertanding. Bali Open menjadi salah satu tahapan penting untuk membentuk tim yang benar-benar siap sehingga Badung dapat mempertahankan tradisi prestasi di cabang olahraga dancesport pada Porprov 2027," tegasnya.
Pembinaan Usia Dini dan Target Nasional
IODI Badung berkomitmen memperkuat pembinaan atlet usia dini, meningkatkan intensitas latihan, serta memperbanyak keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan. Langkah ini diharapkan melahirkan atlet dancesport yang tidak hanya berjaya di tingkat Bali, tetapi juga mampu bersaing di level nasional.
Keberhasilan memborong 74 medali di Bali Open 2026 menjadi sinyal positif bahwa Badung masih menjadi salah satu kekuatan utama dancesport di Bali. Tradisi juara siap dipertahankan pada Porprov Bali 2027. (Suka Adnyana/balipost)