BULELENG — Kontingen Bali hanya membawa pulang dua medali emas dari Kejurnas Woodball 2026 yang berlangsung di Lapangan Banteng, Gambir, Jakarta Pusat, pada 6-10 Juli lalu. Seluruh emas tersebut disumbangkan oleh lima atlet asal Buleleng, menjadikan mereka tulang punggung provinsi di ajang nasional.
Kejurnas tahun ini diikuti 223 atlet dari 16 provinsi yang bertanding di 14 nomor, mencakup kategori prestasi dan pembinaan KU-12, KU-15, serta KU-18. Bali mengakhiri kejuaraan dengan total dua emas, dua perak, dan lima perunggu.
Prabawa Borong Dua Emas Sekaligus Tiket Piala Dunia
I Gede Prabawa Darma Nugraha Mapet menjadi atlet paling bersinar. Ia merebut dua medali emas dari nomor Single Stroke Competition dan Team Stroke Competition, serta satu perak dari nomor Ganda Mix Stroke Competition. Prestasi ini sekaligus mengantarkannya lolos ke 10th World Cup Woodball Championship 2026 di Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), Malaysia, pada 24–30 Juli 2026.
Kontribusi besar juga datang dari Danang Rizky Deyanto Putra yang menyumbang satu emas dari Team Stroke Competition dan satu perak dari Ganda Putra Stroke Competition. Dewa Putu Yoga Wahyudinata turut mempersembahkan emas melalui nomor yang sama.
Di sektor putri, Komang Oky Septiani meraih satu perak dari Ganda Mix Stroke Competition dan satu perunggu dari Team Stroke Competition. Sementara Komang Evi Sara Sulinggih menyumbang satu perunggu dari Team Stroke Competition.
Pembinaan Woodball Buleleng Dianggap Tepat Sasaran
Ketua Umum Pengkab Indonesia Woodball Association (IWbA) Buleleng, S.M. Fernanda Iragraha, Minggu (12/7), mengatakan capaian ini membuktikan sistem pembinaan di daerahnya berjalan baik.
“Dari lima atlet yang kami kirim, terdiri atas tiga putra dan dua putri, semuanya mampu menunjukkan kualitas terbaik di tingkat nasional. Capaian ini merupakan hasil kerja keras atlet, disiplin berlatih, serta dukungan para pelatih, pengurus, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang selama ini ikut membina olahraga woodball di Buleleng,” ujarnya.
Fernanda menyebut tiket Piala Dunia yang diraih Prabawa menjadi bukti bahwa atlet daerah mampu bersaing hingga level dunia. Ia berharap prestasi ini menginspirasi generasi muda Buleleng untuk menekuni woodball.
“Kami berharap Prabawa tetap rendah hati, menjaga kondisi fisik dan mental, serta terus meningkatkan kualitas latihan. Semoga mampu memberikan hasil terbaik untuk Indonesia dan mengibarkan Merah Putih di pentas dunia,” pungkasnya.