Pencarian

3 Proyek Transportasi Besar di Bali: Bandara Letkol Wisnu Jadi Bandara Khusus, Water Taxi Ngurah Rai-Canggu Ditargetkan Beroperasi November 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 • 22:10:31 WIB
3 Proyek Transportasi Besar di Bali: Bandara Letkol Wisnu Jadi Bandara Khusus, Water Taxi Ngurah Rai-Canggu Ditargetkan Beroperasi November 2026
Pengembangan Bandara Letkol Wisnu di Buleleng difokuskan untuk penerbangan khusus dan logistik.

DENPASAR — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan resmi mendorong tiga proyek strategis di Bali untuk mengurai kemacetan dan memeratakan ekonomi antara wilayah utara dan selatan. Dalam rapat bersama Gubernur Bali Wayan Koster pada Kamis (9/7/2026), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pengembangan Bandara Letkol Wisnu di Buleleng menjadi bandara khusus, serta menargetkan layanan water taxi dari Ngurah Rai ke Canggu beroperasi pada November 2026.

Bandara Letkol Wisnu: Fokus untuk Penerbangan Khusus, Bukan Komersial

Bandar Udara Letkol Wisnu di Kabupaten Buleleng akan dikembangkan menjadi bandara khusus untuk melayani pendaratan darurat, private jet, penerbangan charter, logistik, dan pengiriman peralatan. Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa bandara ini tidak akan menjadi bandara komersial seperti Ngurah Rai.

“Bali ini kecil, kita harus mencegah lahan yang produktif tidak tergerus dan terancamnya pangan beserta ekosistem Subak yang telah ada. Ini juga menjadi bagian untuk mewujudkan quality tourism di Bali,” ujar Koster.

Menhub Dudy Purwagandhi memastikan pengembangan akan terpusat di Letkol Wisnu karena status lahannya relatif bersih. “Saya akan pastikan di Letkol Wisnu, Buleleng menjadi fokus kami, karena kondisinya relatif ‘clear’ dan tidak ada lagi mengenai masalah lahan. Termasuk lingkungan hidup,” jelasnya. Pemprov Bali telah membentuk badan usaha dan membuka peluang investasi untuk pembebasan lahan.

Water Taxi Ngurah Rai-Canggu: 30 Menit, Target November 2026

Salah satu terobosan yang paling dinantikan adalah pembangunan water taxi di Kabupaten Badung. Layanan ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh dari Bandara Ngurah Rai menuju Canggu yang biasanya memakan waktu 1,5 hingga 2 jam menjadi hanya 30 menit.

Menhub menargetkan fasilitas di kawasan Ngurah Rai selesai pada November mendatang, sembari menunggu proses normalisasi pantai oleh Kementerian PU. “Mudah-mudahan ini bisa terwujud sebagai alternatif transportasi dalam mengatasi kepadatan jalan di Canggu,” harapnya.

Revitalisasi Pelabuhan dan Kapal Roro untuk Kurangi Kepadatan Gilimanuk

Di sektor laut, revitalisasi besar-besaran akan dilakukan pada Pelabuhan Celukan Bawang di Buleleng dengan menyediakan transportasi kapal roro. Tujuannya memecah kepadatan arus lalu lintas jalur Denpasar–Gilimanuk, terutama saat musim libur dan mudik Lebaran.

Kemenhub juga mendukung pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Kusamba (Klungkung), Pelabuhan Amed (Karangasem), dan Pelabuhan Sangsit (Buleleng). Menhub telah meminta Pelindo untuk segera merevitalisasi pelabuhan-pelabuhan tersebut agar mampu menampung penyeberangan dari Jangkar dan Banyuwangi, serta berpotensi menjadi pusat industri pariwisata baru yang berbeda dari Bali selatan.

Menhub berharap langkah-langkah strategis ini tidak hanya mampu mengurai kemacetan, tetapi juga menciptakan pemerataan ekonomi yang berkelanjutan di seluruh wilayah Pulau Dewata.

Bagikan
Sumber: balinusra.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks