Pencarian

WamenLH Diaz Hendropriyono Apresiasi TPS3R Desa Gulingan di Badung Bali, Olah Sampah 100 Persen Tanpa Bau

Kamis, 09 Juli 2026 • 19:11:31 WIB
WamenLH Diaz Hendropriyono Apresiasi TPS3R Desa Gulingan di Badung Bali, Olah Sampah 100 Persen Tanpa Bau
Wamen LH Diaz Hendropriyono mengapresiasi TPS3R Desa Gulingan yang mampu mengolah sampah 100 persen tanpa bau.

BADUNG — Pujian dari Kementerian Lingkungan Hidup itu disampaikan langsung saat Wamen Diaz meninjau lokasi pada Kamis (9/7/2026). Ia mengaku terkesima karena di area TPS3R justru terdapat lapangan voli dan ruang rapat terbuka yang digunakan warga sehari-hari. “Saya sangat mengapresiasi TPS3R ini, luar biasa karena bisa mengolah sampah 100%, yang saya terkesima di sini, ada lapangan voli atau tempat olahraga di samping TPS3R, bahkan ada ruang rapat terbuka, jadi ini membantah stigma lama bahwa TPS3R itu bau dan tidak sehat, padahal di sini tidak bau sama sekali,” ujar Diaz dalam keterangan yang diterima media.

TPS3R Tetap Vital meski Ada PSEL Bali

Kunjungan Wamen ke Desa Gulingan dilakukan setelah ia meresmikan teknologi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali. Meski PSEL menjadi proyek besar pengelolaan sampah, Diaz mengingatkan bahwa peran TPS3R tidak bisa digantikan. “Pagi tadi kami melihat PSEL Bali, dan ini menjadi pengingat untuk kita kalau nanti PSEL sudah jadi, PSEL hanya bisa mengolah berapa persen sampah yang kita produksi tiap hari, maka TPS3R masih sangat penting. PSEL juga tidak bisa jalan jika sampah tidak terpilah, jadi harus hati-hati dengan PSEL, tidak semua sampah bisa masuk situ,” tegasnya.

Edukasi Warga Hanya Butuh 3 Bulan

Salah satu faktor kunci yang membuat TPS3R Sapuh Jagat berhasil adalah perubahan perilaku masyarakat. Diaz mengapresiasi kampanye pemilahan sampah dari rumah yang berjalan efektif dalam waktu singkat. “Luar biasanya, tadi kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat hanya perlu 3 bulan dan masyarakat sudah bisa memilah. Jadi kami dari Kementerian Lingkungan Hidup ingin mengapresiasi masyarakat yang sudah bergerak cepat untuk memilah,” imbuhnya.

Keberhasilan ini membuat Desa Gulingan dinilai layak menjadi model bagi daerah lain. “Saya rasa ini salah satu desa yang baik dalam pengelolaan sampahnya, harusnya bisa menjadi contoh untuk seluruh Bali bahkan seluruh Indonesia. Kita sangat ingin belajar dari desa ini agar bisa menjadi contoh untuk Jakarta,” ucap Diaz.

El Niño Tingkatkan Risiko Kebakaran dan Ledakan TPA

Di sela kunjungan, Wamen LH juga menyoroti kondisi darurat yang mengintai tempat pembuangan akhir akibat cuaca panas ekstrem. Menurutnya, fenomena El Niño yang diprediksi berlangsung hingga September 2026 berpotensi memicu akumulasi gas metana di TPA. “El Niño berdampak pada TPA, dari KLH, kami sudah antisipasi kebakaran karena (El Niño) akan semakin buruk sampai bulan September, sehingga TPA bisa beresiko meledak dikarenakan adanya gas metana,” pungkas Diaz.

Dalam kunjungan tersebut, Wamen Diaz didampingi Kepala Desa Gulingan I Ketut Winarya, Plt. Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun KLH/BPLH Laksmi Widyajayanti, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali Nusra Ni Nyoman Santi, serta Direktur Penanganan Sampah Melda Mardalina.

Bagikan
Sumber: nasional.tvrinews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks