BANGLI — Enam atlet dari SLB Negeri 1 Bangli kembali dipercaya membawa nama Kabupaten Bangli di ajang Peparprov Bali 2026. Kompetisi tahunan bagi anak berkebutuhan khusus itu dijadwalkan berlangsung di Denpasar pada Selasa hingga Kamis, 7–9 Juli 2026.
Kepala SLB Negeri 1 Bangli, I Wayan Mudayana, menyebut persiapan atlet sudah dimulai sejak awal tahun, tepat setelah sosialisasi pelaksanaan Peparprov disampaikan. “Mereka rutin kami latih,” ujarnya, Senin (6/7).
Tiga Cabang Olahraga yang Dipertandingkan
Enam atlet SLB Negeri 1 Bangli akan bertanding di tiga cabang olahraga:
- Renang
- Bulutangkis — nomor tunggal dan ganda putra
- Atletik — nomor lompat jauh dan lari
Setiap kabupaten di Bali mengirimkan kontingen masing-masing. Peparprov menjadi satu-satunya ajang olahraga level provinsi yang secara khusus menyertakan anak berkebutuhan khusus.
Kesetaraan dan Kemandirian Jadi Target Utama
Mudayana menekankan bahwa event ini memberikan ruang setara bagi anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan kemampuan. “Kami bangga dengan adanya event yang menyertakan anak berkebutuhan khusus, karena anak berkebutuhan khusus punya hak sama seperti anak pada umumnya,” kata Mudayana.
Menurutnya, kompetisi ini melatih anak-anak untuk lebih percaya diri dan mandiri. “Juara adalah tujuan kami, tetapi tujuan yang paling mulia bagaimana memberikan kesempatan, peluang anak-anak untuk menunjukkan, melatih kemandiriannya,” tutupnya.
Harapan: Satu Pengusaha Satu Atlet
Mudayana berharap perhatian terhadap olahraga bagi anak berkebutuhan khusus terus meningkat. Ia mendorong dunia usaha ikut berpartisipasi mendukung pembinaan atlet. “Kalau bisa satu pengusaha satu atlet, sehingga anak tidak terbebani biaya. Ketika anak ini berprestasi ada reward,” harapnya.
Dengan dukungan biaya yang memadai, para atlet bisa fokus berlatih dan tampil maksimal saat bertanding. Peparprov Bali 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem olahraga inklusif di Bali.