Pencarian

Gubernur Koster Targetkan Petani Bali Dapat Manfaat Ekonomi dari Pariwisata, Bukan Sekadar Pemandangan Sawah

Jumat, 03 Juli 2026 • 20:19:01 WIB
Gubernur Koster Targetkan Petani Bali Dapat Manfaat Ekonomi dari Pariwisata, Bukan Sekadar Pemandangan Sawah
Gubernur Koster menekankan pentingnya integrasi pertanian dan pariwisata untuk kesejahteraan petani Bali.

DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pembangunan pertanian di provinsinya tidak boleh lagi sekadar menjadi pelengkap pariwisata. Ia menginginkan agar sektor ini berjalan beriringan dan terintegrasi dengan pariwisata berbasis budaya, sehingga petani merasakan manfaat ekonomi yang nyata.

Pernyataan itu disampaikan Koster saat menerima audiensi Forum Komunikasi Fakultas Pertanian Wilayah Indonesia Timur di Kantor Gubernur Bali, Kamis (2/7). Dalam pertemuan itu, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, I Putu Sudiarta, mengundang langsung Koster menjadi keynote speaker dalam Lokakarya dan Seminar Nasional Pertanian pada 23 Juli mendatang.

Eksploitasi Pemandangan Sawah Tanpa Imbal Balik ke Petani

Koster menyoroti fenomena di mana banyak fasilitas pariwisata memanfaatkan keindahan kawasan pertanian sebagai objek wisata alam. Menurutnya, kondisi itu belum memberikan dampak kesejahteraan yang sebanding bagi pemilik lahan.

“Banyak fasilitas pariwisata yang mengeksploitasi keindahan kawasan pertanian. Selain sebagai penyangga ketahanan pangan, kawasan pertanian juga menjadi objek wisata alam. Karena itu harus dikemas dengan baik agar petani memperoleh manfaat. Kalau hanya dilindungi tanpa peningkatan pendapatan petani, itu tidak adil,” tegas Koster.

Pertanian Bali: Bukan Sekadar Bercocok Tanam, Tapi Ritual Spiritual

Koster memaparkan bahwa kekuatan utama Bali terletak pada sistem pertanian yang menyatu dengan budaya, tradisi, dan spiritualitas melalui kearifan lokal. Aktivitas bertani di Bali merupakan siklus kehidupan yang diiringi rangkaian upacara adat, mulai dari pembibitan hingga panen.

Jati diri inilah yang dinilai Koster sangat diminati masyarakat global. Ia optimistis Bali akan bertransformasi menjadi pusat perhatian ilmiah dunia.

“Kita di Bali tidak perlu lagi mencari jati diri karena sudah memilikinya sejak dahulu. Tinggal digali dan diperkuat kembali. Saya yakin Bali akan menjadi laboratorium studi dunia untuk kearifan lokal karena ilmu seperti ini hanya ada di Bali,” pungkasnya.

Perda Pertanian Organik Jadi Acuan Internasional

Komitmen Bali terhadap sektor pertanian telah dipresentasikan Koster di forum internasional di London. Salah satu yang disorot adalah Peraturan Daerah tentang Pertanian Organik, yang disebutnya menjadi satu-satunya regulasi sejenis di Indonesia.

Acara Lokakarya dan Seminar Nasional Pertanian pada 23 Juli mendatang diperkirakan dihadiri sekitar 90 dekan fakultas pertanian dari seluruh Indonesia Timur. Koster dijadwalkan menjadi pembicara utama dalam forum tersebut.

Bagikan
Sumber: balijani.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks