DENPASAR — Puluhan komunitas kreatif dan sedikitnya 20 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner akan memeriahkan malam puncak Denpasar Youth Festival (D’Youth Fest) 6.0. Festival yang telah berlangsung sejak pertengahan Juni 2026 ini menjadi ajang bagi anak muda untuk menunjukkan potensi terbaiknya di Kota Denpasar.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyebut D’Youth Fest telah berkembang menjadi ruang strategis yang mempertemukan kreativitas, inovasi, budaya, dan semangat kolaborasi. “Kami ingin menghadirkan ekosistem yang mampu mendorong lahirnya kreativitas, memperkuat kolaborasi antarkomunitas, sekaligus memberikan ruang bagi ekonomi kreatif agar semakin berkembang,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Tema 'Regrow' dan Makna di Balik 'Feel The Growth'
Festival tahun ini mengusung tema besar 'Regrow', yang dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali potensi yang telah dimiliki masyarakat melalui pendekatan nguripang rasa. Konsep ini menekankan pentingnya membangun kembali rasa memiliki, kepedulian, serta keterhubungan masyarakat terhadap ruang, karya, dan budaya.
Adapun subtema 'Feel The Growth' menjadi representasi dari fase pertumbuhan yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga dapat dirasakan bersama oleh seluruh pelaku ekonomi kreatif dan komunitas. “Pertumbuhan tidak lagi menjadi sesuatu yang dipaksakan, melainkan hadir secara alami sebagai pengalaman kolektif yang memberi dampak nyata,” kata Arya Wibawa.
Musisi dan Rangkaian Kegiatan Kreatif
Malam puncak D’Youth Fest 6.0 akan dimeriahkan oleh penampilan sejumlah musisi, di antaranya Ari Lesmana, Tika Pagraky, Bagus Wirata, Dialog Dini Hari, Ary Kencana, Harmonia, Leeyonk Sinatra, Skoozy, hingga Wet Project. Selain panggung musik, festival ini juga menyediakan area creator dan pameran mural.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Luh Putu Ryatiti, menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar panggung pertunjukan. “Ini juga ruang tumbuh bagi komunitas kreatif, pelaku UMKM, hingga kolaborasi lintas sektor yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Kota Denpasar,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Komunitas dan Dampak Ekonomi
Rangkaian D’Youth Fest 6.0 yang berlangsung sejak Juni hingga Juli 2026 melibatkan puluhan komunitas, seperti HIPMI, HDII, Djamur, Inkdonesia Movement, ESI Denpasar, Sanur Creative, hingga Bali Screen Printing Community. Beragam kegiatan seperti Operet This Week, Heritage Ride, dan Bali Fashion Bike turut memeriahkan festival.
Pemerintah Kota Denpasar berharap festival ini mampu memperkuat posisi Denpasar sebagai kota kreatif yang inklusif. “Memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak muda untuk menjadi pelaku utama pembangunan, menghadirkan karya yang berdampak, dan menumbuhkan ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” pungkas Arya Wibawa.