BALI — Turnamen sepak bola terbesar dunia dengan 104 pertandingan ini menjanjikan jumlah kartu kuning dan merah terbanyak sepanjang sejarah. Di babak grup, sejumlah pemain sudah merasakan sanksi larangan bertanding, semuanya akibat kartu merah yang diterima di laga sebelumnya. Kini, tekanan meningkat. Wasit dan pemain sama-sama berada di bawah sorotan.
Kartu Merah Otomatis Disanksi Satu Laga, Pelanggaran Berat Bisa Diperpanjang
Aturan FIFA menyebutkan: kartu merah—baik langsung maupun akumulasi dua kartu kuning—secara otomatis membuat pemain harus menjalani larangan bertanding satu laga. Sanksi ini berlaku tanpa pandang bulu, baik di babak grup maupun fase gugur.
Untuk insiden serius, hukuman bisa diperpanjang. Contohnya gelandang Qatar, Assim Madibo, yang mendapat sanksi larangan bertanding lima pertandingan setelah pelanggaran kerasnya terhadap Ismael Kone dari Kanada di laga kedua grup. Hukuman itu mengakhiri turnamennya lebih awal, dan hanya akan berakhir lebih cepat jika Qatar lolos ke final.
Dua Kali Amnesti Kartu Kuning: Dari Perempatfinal ke Semifinal, Tak Ada Lagi Air Mata Gazza
Perubahan paling krusial di Piala Dunia 2026 adalah adanya dua kali pembersihan kartu kuning. Aturan ini dirancang untuk menghindari pemain kehilangan kesempatan tampil di laga-laga besar hanya karena akumulasi pelanggaran ringan.
Pembersihan pertama terjadi setelah babak grup. Artinya, pemain yang mengantongi satu kartu kuning di fase grup tidak akan terkena sanksi larangan bermain di babak 32 besar jika kembali mendapat kartu kuning. Contohnya gelandang Brasil, Casemiro, yang telah mendapatkan kartu kuning di laga pembuka melawan Maroko. Kartu tersebut tidak lagi dihitung saat ia masuk ke babak 32 besar.
Pembersihan kedua dilakukan antara babak perempatfinal dan semifinal. Ini adalah momen krusial yang mengubah sejarah. Sebelumnya, pemain seperti Paul Gascoigne (Inggris) harus menangis di semifinal Piala Dunia 1990 karena kartu kuning yang ia terima saat itu otomatis membuatnya absen di final. Kini, skenario itu tak akan terulang. Satu-satunya cara untuk absen di final adalah dengan menerima kartu merah di semifinal.
Bagaimana Akumulasi Kartu Kuning Bekerja di Fase Gugur?
Mekanisme hukuman di babak gugur tidak berbeda dengan babak grup. Seorang pemain tetap akan mendapat larangan bertanding satu laga jika:
- Menerima kartu merah langsung.
- Mendapat dua kartu kuning dalam satu pertandingan (kartu merah tidak langsung).
- Mengumpulkan dua kartu kuning di dua pertandingan berbeda.
Perbedaannya hanya pada jendela pembersihan. Dengan adanya amnesti di perempatfinal, pemain yang telah mengantongi satu kartu kuning di babak 32 besar atau 16 besar tidak perlu khawatir akan melewatkan semifinal atau final jika mendapat kartu kuning lagi. Risiko hanya akan kembali muncul setelah kartu kuning pertama di perempatfinal.