BALI — Kobaran api yang melumat rumah Nukan di Jalan Argopuro Gang I Nomor 9 pada dini hari 4 Juni 2026 tidak hanya menyisakan puing. Seluruh perabotan dan perlengkapan rumah tangga yang dikumpulkan bertahun-tahun hangus dalam peristiwa itu. Namun, hampir sebulan setelah musibah, keluarga itu mulai mendapatkan kepastian untuk memulai lagi dari awal.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyerahkan langsung bantuan senilai Rp15 juta kepada Yuda, putra Nukan, di lokasi kebakaran, Senin pekan lalu. Bantuan itu berupa lemari, tempat tidur, meja dan kursi, kompor, tabung LPG, magic com, peralatan makan dan memasak, pakaian, serta paket sembako.
Bukan Sekadar Barang, tapi Simbol Kehadiran Negara
Bagi Yuda, setiap perabot yang diterima memiliki makna lebih dari sekadar kebutuhan fisik. "Kami mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Mojokerto, terutama Ibu Wali Kota Mojokerto," ucapnya mewakili keluarga.
Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita, mengatakan bahwa kehadiran pemerintah dalam situasi bencana merupakan tanggung jawab untuk memastikan warga yang tertimpa musibah tetap didampingi hingga mampu hidup normal kembali. "Pemerintah hadir bukan hanya ketika menjalankan program pembangunan, tetapi juga saat masyarakat mengalami kesulitan. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit membantu," ujarnya.
Proses Pemulihan Rumah Digotong Royong
Pemerintah Kota Mojokerto tidak berhenti pada penyaluran bantuan barang. Ning Ita menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai elemen masyarakat agar proses pembangunan kembali rumah korban kebakaran bisa berjalan melalui semangat gotong royong.
Rumah Nukan yang kini tinggal puing-puing menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan bantuan tunai atau sembako. Dibutuhkan pendampingan jangka panjang, termasuk rekonstruksi tempat tinggal yang layak.
Belum ada angka pasti mengenai total kerugian yang dialami keluarga Nukan. Namun, dari keterangan keluarga, hampir seluruh aset rumah tangga mereka tidak bisa diselamatkan saat api menjalar cepat di kawasan padat permukiman Wates itu.
Peristiwa kebakaran di Jalan Argopuro Gang I itu menjadi salah satu musibah terbesar di Kelurahan Wates dalam beberapa tahun terakhir. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi dampak psikologis dan ekonomi dirasakan langsung oleh keluarga Nukan yang kini harus memulai hidup dari nol.