Pencarian

NHTSA Usul Hapus Pedal Rem untuk Mobil Otonom, Bukan Tanpa Pengereman

Senin, 29 Juni 2026 • 15:22:31 WIB
NHTSA Usul Hapus Pedal Rem untuk Mobil Otonom, Bukan Tanpa Pengereman
NHTSA usulkan penghapusan pedal rem manual pada mobil otonom tanpa setir.

BALI — National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) resmi mengusulkan perubahan aturan yang cukup radikal untuk masa depan transportasi. Mulai Kamis (25/6), regulator AS itu mengusulkan agar mobil yang dirancang tanpa setir dan tanpa kendali manusia tidak lagi diwajibkan memiliki pedal rem manual—baik yang dioperasikan tangan maupun kaki.

Bukan Berarti Mobil Tak Bisa Berhenti

Yang dihapus bukanlah kemampuan pengereman itu sendiri, melainkan komponen kontrol manualnya. NHTSA menegaskan semua kendaraan otonom tetap wajib memenuhi standar jarak pengereman yang sama ketatnya dengan mobil konvensional, hanya saja melalui prosedur pengujian alternatif.

Artinya, meski kabin robotaxi atau shuttle otonom nanti tampak lega tanpa pedal, sistem pengereman otomatisnya harus bekerja dalam parameter yang sudah ditetapkan. Produsen juga tetap diharapkan menyediakan cara bagi penumpang untuk memerintahkan kendaraan berhenti—meski metodenya diserahkan ke masing-masing pabrikan.

Alasan Keselamatan di Balik Penghapusan Pedal

Argumen utama NHTSA justru berbalik dari kekhawatiran awam. Menurut badan tersebut, mempertahankan pedal rem yang bisa langsung mengambil alih kerja Sistem Mengemudi Otomatis (ADS) justru berpotensi menimbulkan risiko. Penumpang, bukan pengemudi, tidak semestinya menjalankan fungsi berkendara—termasuk mengaktifkan rem parkir secara manual.

"Kita berada di ambang revolusi teknologi kendaraan terbesar sejak inovasi Model T. Jika ingin Amerika memimpin, kita harus memikirkan ulang kerangka regulasi kita," kata Administrator NHTSA Jonathan Morrison dalam rilis resmi.

Aturan Ini Bukan untuk Mobil Biasa

Penting dicatat, usulan ini tidak berlaku untuk kendaraan yang memerlukan kendali pengemudi manusia. Aturan baru ini hanya menyasar kendaraan yang sejak awal dirancang tanpa setir dan tanpa kemungkinan dikemudikan manusia—seperti robotaxi buatan Zoox (anak usaha Amazon) atau proyek serupa dari General Motors.

Usulan pedal rem ini merupakan pembaruan kelima terhadap Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal (FMVSS) di bawah Kerangka Kendaraan Otonom (AV Framework). Sebelumnya, NHTSA juga mengusulkan pembaruan standar perpindahan transmisi, sistem wiper, defroster kaca depan, hingga plakat ban.

Proses Panjang Sebelum Berlaku

Karena masih berupa proposal, aturan ini belum bisa langsung diterapkan. NHTSA membuka masa masukan publik hingga 27 Juli 2026 sebelum aturan bisa difinalkan. Selama ini, produsen mobil otonom tanpa kendali manusia harus mengajukan petisi pengecualian dengan batas maksimal 2.500 kendaraan per produsen per tahun—sebuah proses yang dinilai lambat dan rumit.

GM, misalnya, pertama kali mengajukan petisi untuk 2.500 mobil tanpa setir pada 2018, lalu menariknya pada 2020. Produsen asal Detroit itu mengajukan lagi pada 2022, dan kembali menariknya pada Oktober 2024. Sementara Zoox baru saja meminta izin untuk menggelar hingga 2.500 robotaxi tanpa setir pada Maret lalu.

NHTSA menyatakan di bawah AV Framework, pihaknya merobohkan hambatan desain yang tak berguna sambil memperkuat persyaratan keselamatan mendasar. "Pendekatan ini pada akhirnya akan mengurangi kecelakaan di jalan, mencegah korban jiwa, dan meningkatkan mobilitas," tutup Morrison.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks