MANGUPURA — Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi melantik Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Mangutama periode 2026-2031 di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupura, Senin. Dalam sambutannya, bupati menegaskan bahwa layanan air minum harus menjangkau dua sektor sekaligus: rumah tangga dan industri pariwisata.
Target Layanan: Warga dan Sektor Pariwisata
“Kita tidak saja memberikan pelayanan kepada masyarakat umum, tetapi juga kebutuhan sektor industri pariwisata kita harus terlayani dengan baik,” ujar Adi Arnawa dalam keterangan yang diterima redaksi. Kabupaten Badung yang mencakup kawasan wisata Kuta, Seminyak, Nusa Dua, dan Jimbaran, memiliki beban tinggi dalam penyediaan air bersih untuk hotel, restoran, dan fasilitas wisata lainnya.
Bupati mendorong direktur yang baru dilantik untuk menghadirkan inovasi dalam sistem distribusi dan pengelolaan sumber air. Optimalisasi ketersediaan air menjadi prioritas utama mengingat pertumbuhan sektor pariwisata yang terus meningkat setiap tahun.
Masa Bakti 2026-2031: Target Inovasi Baru
Pelantikan ini menandai awal masa bakti lima tahun ke depan bagi direktur umum Perumda Air Minum Tirta Mangutama. Adi Arnawa meminta agar jajaran manajemen tidak hanya mempertahankan layanan yang sudah berjalan, tetapi juga mencari terobosan untuk mengatasi potensi krisis air di musim kemarau.
“Saya minta direktur yang baru bisa membawa perubahan dan memastikan distribusi air berjalan lancar, terutama di kawasan wisata yang padat,” tambahnya. Hingga saat ini, Perumda Tirta Mangutama melayani lebih dari 120 ribu sambungan rumah di seluruh Kabupaten Badung.
Fakta Singkat: Perumda Air Minum Tirta Mangutama
- Melayani kebutuhan air bersih di 6 kecamatan di Kabupaten Badung
- Mengelola beberapa sumber mata air utama di wilayah selatan Bali
- Target layanan mencakup rumah tangga dan 5.000 lebih unit usaha pariwisata
Pelantikan ini menjadi langkah awal bagi direktur baru untuk menyusun program kerja lima tahun ke depan. Bupati mengingatkan bahwa tantangan utama ke depan adalah menjaga keseimbangan antara kebutuhan warga dan sektor industri yang terus berkembang di Badung.