BULELENG — Ketua Umum IMI Bali yang akrab disapa Ajik Krisna itu menegaskan, infrastruktur latihan menjadi kendala paling mendasar bagi atlet balap motor di Pulau Dewata. “Bagaimana kami bisa berprestasi di PON, kalau infrastruktur (tempat berlatih) tidak punya,” ujarnya kepada wartawan usai raker di Denpasar.
Lahan 6 Hektare Milik Pemprov Dinilai Ideal
Ajik Krisna mengaku sudah bertemu dengan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, yang juga menjabat Ketua Umum KONI Buleleng. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan bahwa lahan milik Pemerintah Provinsi Bali seluas 6 hektare di Lumbanan sangat cocok untuk dijadikan sport center yang di dalamnya terdapat venue balap motor. “Lahan itu sudah direncanakan untuk sport center oleh Pemkab Buleleng,” imbuhnya.
Lokasi tersebut dinilai strategis tidak hanya untuk menggelar lomba Porprov 2027, tetapi juga sebagai tempat latihan bagi pebalap Bali yang bersiap menuju Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON). Ajik Krisna bahkan menyiapkan dana pribadi sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan sirkuit tersebut.
Target Medali PON Terancam Tanpa Tempat Latihan
Kekhawatiran terbesar IMI Bali adalah kegagalan di PON XXI/2024 Aceh-Sumut yang lalu. Saat itu, krosser Bali I Gusti Ngurah Diva Ismayana gagal finis di nomor motocross karena masalah teknis pada mesin motor di putaran awal. Akibatnya, Bali pulang tanpa medali dari cabang balap motor.
Untuk PON XXII/2028 di NTB-NTT, KONI Bali meminta IMI menyumbangkan medali. Namun Ajik Krisna mempertanyakan kesiapan tempat latihan. “KONI Bali minta kami menyumbangkan medali saat PON XXII/2028 NTB-NTT. Persoalannya, bagaimana bisa menyumbangkan medali kalau tempat latihan terutama road race tidak punya,” tegasnya.
Prestasi Diva dan Harapan Emas di Nomor Road Race
Harapan medali IMI Bali kini bertumpu pada Diva yang telah menorehkan prestasi gemilang: juara Nasional Motocross, juara Asia Supermoto, dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang berlaga di ajang Asia Supercross. Selain nomor motocross, IMI Bali juga membidik medali dari nomor road race yang memperebutkan empat medali emas—masing-masing dari nomor standar perorangan, standar beregu, modifikasi perorangan, dan modifikasi beregu.
“Untuk nomor road race ini kami kesulitan mencari tempat latihan. Pada PON sebelumnya, untuk berlatih kami terpaksa ke Sirkuit Sentul, Bogor. Kalau sirkuit di Lumbanan belum dibangun, ya terpaksa kami berlatih di Sirkuit Mandalika,” tandas Ajik Krisna.
Desakan ke Pemkab Buleleng: Sport Center Harus Segera Direalisasikan
IMI Bali berharap Pemkab Buleleng tidak menunda pembangunan sport center yang mencakup venue balap motor di Lumbanan. Dengan waktu yang tersisa hingga Porprov 2027, Ajik Krisna menilai tidak ada lagi alasan untuk menunda. “IMI Bali siap menyumbang medali pada PON mendatang, syukur-syukur bisa mempersembahkan medali emas,” pungkasnya.