Pencarian

BWCC 2026 di Bali Hadirkan Perpaduan Kimono Jepang dan Wastra Endek, Motif Bunga Sakura hingga Ombak Disulam

Senin, 22 Juni 2026 • 16:47:31 WIB
BWCC 2026 di Bali Hadirkan Perpaduan Kimono Jepang dan Wastra Endek, Motif Bunga Sakura hingga Ombak Disulam
Kimono dengan sulaman wastra endek Bali tampil memukau di BWCC 2026 Ubud.

DENPASAR — Perhelatan budaya tahunan, Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026, menghadirkan inovasi terbaru di industri fesyen Nusantara. Sejumlah perancang busana akan menampilkan kimono yang disulam dengan wastra endek Bali, menyatukan estetika Jepang dan tradisi tenun lokal dalam satu karya.

Tiga Motif Alam dengan Filosofi Berbeda

Dalam koleksi yang disiapkan untuk BWCC 2026, terdapat tiga motif utama yang mendominasi sulaman pada kimono. Masing-masing motif dipilih bukan sekadar hiasan, melainkan sarat makna yang diwariskan secara turun-temurun.

Motif bunga sakura, misalnya, melambangkan keindahan kehidupan yang fana. Sementara itu, motif bambu dipilih sebagai representasi kedamaian dan harapan akan umur panjang. Adapun motif ombak menggambarkan keteguhan hati serta keharmonisan manusia dengan alam semesta.

Kimono Endek: Simbol Diplomasi Budaya Lewat Fesyen

Kolaborasi antara kimono dan endek ini bukan sekadar peragaan busana. Para pengrajin di Bali menyebut perpaduan ini sebagai bentuk diplomasi budaya yang memperkuat posisi wastra endek di kancah internasional. Kimono yang biasanya identik dengan kain sutra Jepang, kini diinterpretasi ulang menggunakan tenun ikat khas Pulau Dewata.

Proses pembuatan busana ini melibatkan perajin endek dari beberapa desa di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Mereka menyulam motif-motif tersebut langsung ke atas kain endek yang telah ditenun dengan pewarna alami. Hasilnya, setiap helai kimono memiliki gradasi warna dan pola yang unik, tidak ada yang persis sama.

Fakta Singkat BWCC 2026

  • Menampilkan perpaduan kimono Jepang dengan wastra endek Bali
  • Tiga motif utama: bunga sakura, bambu, dan ombak
  • Melibatkan perajin endek dari Gianyar dan Klungkung
  • Setiap busana menggunakan pewarna alami khas Bali

BWCC 2026 dijadwalkan berlangsung di kawasan budaya Ubud, Bali. Ajang ini tidak hanya menjadi panggung bagi perancang busana, tetapi juga ruang bagi perajin endek untuk memperkenalkan karya mereka ke pasar global. Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya menyatakan dukungan terhadap event yang mengangkat kearifan lokal melalui medium fesyen kontemporer ini.

Bagikan
Sumber: radarbali.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks