BALI — Di tengah lonjakan harga BBM dan volume sampah plastik yang terus menggunung di Pulau Dewata, sebuah teknologi pengolahan sampah diperkenalkan sebagai solusi alternatif. Yayasan Get Plastic Indonesia menghadirkan mesin pirolisis yang mampu mengonversi sampah plastik menjadi BBM siap pakai.
Perbandingan hasilnya cukup konkret: setiap 10 kilogram sampah plastik yang diolah menghasilkan 10 liter bahan bakar. Angka ini menjadi harapan baru bagi pengelolaan sampah di kawasan pariwisata yang setiap harinya memproduksi ribuan ton limbah.
Bagaimana Mesin Pirolisis Mengubah Sampah Plastik Jadi BBM?
Proses pirolisis bekerja dengan memanaskan sampah plastik pada suhu tinggi tanpa oksigen, sehingga material plastik terurai menjadi molekul hidrokarbon cair. Hasil akhirnya adalah bahan bakar yang secara teknis bisa digunakan untuk mesin diesel atau generator.
Teknologi ini bukan sekadar proyek percontohan. Yayasan Get Plastic Indonesia telah memperkenalkan mesin tersebut secara langsung di Bali, dengan target mengurangi volume sampah yang tak terurai sekaligus menyediakan sumber energi alternatif bagi masyarakat.
Fakta Singkat: Pirolisis Sampah Plastik di Bali
- 10 kg sampah plastik = 10 liter BBM
- Teknologi: pirolisis (pemanasan suhu tinggi tanpa oksigen)
- Lokasi pengenalan: Bali
- Inisiator: Yayasan Get Plastic Indonesia
- Latar belakang: tingginya harga BBM dan menumpuknya sampah plastik
Mengapa Teknologi Ini Relevan untuk Bali?
Bali menghadapi masalah ganda: volume sampah plastik yang tinggi dari sektor pariwisata dan ketergantungan pada pasokan BBM dari luar daerah. Dengan teknologi pirolisis, sampah yang sebelumnya menjadi beban lingkungan bisa diubah menjadi sumber daya energi yang bernilai ekonomi.
Yayasan Get Plastic Indonesia menilai inovasi ini bisa menjadi solusi jangka pendek maupun panjang. Dalam jangka pendek, masyarakat bisa mengurangi biaya bahan bakar. Dalam jangka panjang, volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau terbawa ke laut bisa ditekan secara signifikan.
Langkah Selanjutnya: Adopsi oleh Pemda dan Masyarakat
Keberhasilan teknologi ini di masa depan bergantung pada adopsi oleh pemerintah daerah dan komunitas. Jika Pemprov Bali atau pemkot/kabupaten di Bali mengintegrasikan mesin pirolisis ke dalam sistem pengelolaan sampah, dampaknya bisa meluas ke seluruh wilayah.
Yayasan Get Plastic Indonesia masih terus mensosialisasikan teknologi ini ke berbagai pihak, termasuk kelompok sadar wisata, pengelola pasar, dan dinas lingkungan hidup. Harapannya, inovasi ini tidak berhenti sebagai demo, tetapi benar-benar terimplementasi di lapangan.