Pencarian

Google Gugat Jaringan Penipuan China yang Pakai Gemini untuk Scam Ratusan Ribu Orang

Sabtu, 13 Juni 2026 • 11:56:31 WIB
Google Gugat Jaringan Penipuan China yang Pakai Gemini untuk Scam Ratusan Ribu Orang
Google menggugat jaringan penipuan China yang menggunakan AI Gemini untuk menipu ratusan ribu orang Amerika.

BALI — Google mengajukan gugatan hukum terhadap jaringan kejahatan siber "Outsider Enterprise" yang berbasis di China. Menurut laporan The New York Times, kelompok ini menggunakan model AI Gemini untuk mengirimkan penipuan finansial ke "ratusan ribu orang Amerika". Modusnya: membuat situs palsu yang menyerupai Google, YouTube, US Postal Service, hingga layanan tol E-ZPass New York.

Skala Kejahatan: 9.000 Situs Palsu dan 2,5 Juta Pesan Berbahaya

Dalam unggahan di blog resmi The Keyword, Google membeberkan skala operasi jaringan ini. Meski tidak menyebut Gemini secara eksplisit, datanya mengerikan: lebih dari 9.000 situs palsu dan 1 juta URL penipuan telah teridentifikasi. Kerugian korban diperkirakan mencapai jutaan dolar AS.

Angka lain yang mencengangkan: dalam dua pekan terakhir bulan Mei lalu, pengguna Android melaporkan 55.000 spam teks — artinya lebih dari dua laporan per menit. Total ada 2,5 juta pesan yang dikirim ke perangkat Android, semuanya berisi tautan ke situs buatan Outsider Enterprise.

Google Gandeng FBI dan Operator Seluler AS untuk Blokir Serangan

Gugatan ini bukan satu-satunya langkah Google. Perusahaan raksasa teknologi itu juga berkoordinasi dengan FBI dan operator seluler utama di Amerika Serikat untuk memblokir teks penipuan sebelum sampai ke pelanggan. Langkah ini bertujuan memutus rantai distribusi konten berbahaya secara real-time.

Google juga mendorong pembentukan regulasi yang lebih relevan di era AI. Perusahaan menilai undang-undang yang ada belum cukup kuat untuk menjerat kejahatan siber yang memanfaatkan kecerdasan buatan.

Gemini Jadi Senjata Baru Penipuan Massal

Yang bikin kasus ini unik: penggunaan Gemini sebagai mesin pembuat konten penipuan. AI generatif memungkinkan scammers membuat halaman web palsu, teks phishing, dan skenario penipuan dalam hitungan detik — sesuatu yang dulu butuh tim programmer dan desainer. Sekarang, satu orang dengan akses API bisa menjalankan operasi yang setara dengan sindikat besar.

Google sendiri menekankan bahwa AI adalah alat yang powerful — baik untuk kebaikan maupun kejahatan. Kasus ini jadi bukti nyata bahwa teknologi yang sama yang bikin hidup lebih mudah juga bisa dipelintir untuk merugikan banyak orang.

Dampak ke Pengguna Indonesia: Waspada Scam Berbasis AI

Meski kasus ini menargetkan warga AS, modusnya bisa dengan mudah diadaptasi ke pasar Indonesia. Pengguna diimbau untuk tidak mengklik tautan dari nomor tidak dikenal, apalagi yang mengaku dari layanan pemerintah atau platform digital populer. Selalu periksa URL secara manual dan aktifkan fitur proteksi spam di aplikasi perpesanan.

Google juga mengingatkan bahwa fitur keamanan bawaan Android sudah bisa mendeteksi dan memblokir banyak teks berbahaya. Pastikan perangkat kamu menjalankan versi terbaru dan layanan Google Play Protect aktif.

Bagikan
Sumber: 9to5google.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks