BALI — Insiden ini bermula dari investigasi Gamers Nexus yang menemukan praktik kurang menyenangkan. Begitu monitor LG yang kompatibel terhubung ke komputer berbasis Windows 11, sistem operasi langsung mengunduh dan memasang LG Monitor App Installer secara diam-diam. Padahal, pengguna hanya berharap driver tampilan yang terpasang, bukan aplikasi utilitas tambahan.
Yang lebih mengganggu, aplikasi tersebut kemudian memunculkan pop-up berisi tawaran trial McAfee. Temuan ini memicu kekhawatiran soal praktik adware, yaitu perangkat lunak yang menampilkan iklan tanpa izin eksplisit pengguna.
Microsoft Turun Tangan, LG Akhirnya Menyerah
Tekanan datang dari pihak terbesar. Pavan Davuluri, kepala divisi Windows di Microsoft, mengonfirmasi pihaknya telah menghubungi LG dan meminta aplikasi tersebut segera dibersihkan dari elemen iklan.
"Kami telah terhubung dengan tim di LG dan sebagai langkah lanjutan, mereka setuju untuk menonaktifkan pop-up McAfee dari aplikasi mereka," ujar Davuluri. "Kami menghargai LG yang bekerja sama dengan kami menuju tujuan bersama untuk pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan."
LG pun akhirnya menghentikan praktik penyuntikan aplikasi dan iklan tersebut. Namun, pernyataan resmi yang dirilis perusahaan justru memicu perdebatan baru karena dianggap meleset dari pokok persoalan.
Pernyataan LG Dinilai Mengelak
Dalam keterangan resmi yang dikutip Windows Central, LG menegaskan bahwa McAfee tidak pernah terpasang otomatis dan selalu membutuhkan persetujuan pengguna. "LG Electronics menegaskan bahwa McAfee tidak diinstal secara otomatis dan tidak pernah diinstal tanpa persetujuan eksplisit pengguna," tulis LG.
Perusahaan juga menyebut tawaran trial McAfee hanya muncul di periode terbatas di Amerika Serikat sebagai rekomendasi opsional. LG menambahkan, "McAfee tidak pernah diinstal secara otomatis dan selalu membutuhkan pilihan serta persetujuan pengguna secara terpisah."
Masalahnya, tuduhan utama bukan soal instalasi McAfee. Publik dan jurnalis menyoroti pemasangan LG Monitor App Installer yang berlangsung tanpa izin. Aplikasi ini pada dasarnya menjadi gerbang menuju aplikasi LG lain sekaligus etalase iklan, termasuk untuk McAfee.
Frasa "setelah meninjau umpan balik pelanggan, LG menghapus rekomendasi McAfee" juga menuai sorotan. Banyak pihak menilai frasa itu terlalu halus untuk menggambarkan gelombang kritik dan intervensi Microsoft yang terjadi.
Adware Tetaplah Adware
Pakar keamanan menilai kasus ini menjadi pengingat penting soal batas praktik pemasaran perangkat lunak. Memasang aplikasi tanpa izin yang kemudian menampilkan iklan produk lain tetap bisa dikategorikan sebagai adware, terlepas dari apakah produk yang diiklankan butuh persetujuan terpisah atau tidak.
Bagi pengguna di Indonesia, insiden ini menjadi pelajaran berharga. Selalu periksa riwayat pembaruan Windows dan aplikasi yang terpasang secara otomatis, terutama setelah menghubungkan perangkat keras baru. Langkah preventif sederhana bisa mencegah aplikasi tak diundang memenuhi sistem.
LG sendiri belum mengumumkan apakah akan mengubah mekanisme distribusi aplikasi monitornya di masa mendatang. Yang jelas, kepercayaan pengguna terhadap ekosistem perangkat mereka telah diuji oleh praktik semacam ini.