BALI — Krisis politik menerpa pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer setelah dua menteri di sektor pertahanan memutuskan mundur serentak. John Healey, yang menjabat Menteri Pertahanan, dan Al Carns, Menteri Angkatan Bersenjata, sama-sama mengajukan pengunduran diri pada hari yang sama. Pemicunya adalah perselisihan yang tak kunjung selesai soal besaran anggaran pertahanan Inggris.
Surat Pengunduran Diri yang Menohok
Dalam surat yang ditujukan kepada Starmer, Healey secara terbuka menyatakan kegagalan pemerintah dalam menyediakan dana yang cukup untuk menjaga keamanan nasional. "Anda tidak mampu, dan Kementerian Keuangan tidak bersedia, mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan negara untuk mempertahankan negara ini," tulis Healey dalam suratnya sebagaimana dilaporkan Reuters.
Healey menambahkan bahwa ia merasa tidak bisa lagi menjalankan tugasnya secara efektif dalam kondisi anggaran yang ada. Puncak ketegangan terjadi setelah perdebatan sengit dengan Starmer dan Menteri Keuangan Rachel Reeves mengenai kebutuhan dana tambahan militer tak kunjung mencapai titik temu. Akibatnya, Rencana Investasi Pertahanan Inggris yang seharusnya berjalan tahun lalu terpaksa ditunda.
Gelombang Kedua: Menteri Angkatan Bersenjata Ikut Lengser
Hanya berselang beberapa jam setelah pengumuman Healey, Al Carns menyusul. Carns menjelaskan bahwa perubahan yang ia perjuangkan selama ini dinilai mustahil diwujudkan. "Sudah jelas bagi saya bahwa perubahan yang telah saya perjuangkan tidak akan terjadi," ujarnya, menyiratkan kekecewaan mendalam terhadap kebuntuan reformasi di tubuh militer.
Carns juga mengkritik rencana anggaran pertahanan yang ada saat ini. Menurutnya, anggaran tersebut tidak memadai untuk menghadapi spektrum ancaman yang kian kompleks. "Karakter konflik berubah lebih cepat daripada kemampuan pengadaan kita untuk mengimbanginya," tegas Carns. Ia memperingatkan adanya jurang lebar antara realitas ancaman dan kemampuan adaptasi militer Inggris.
Kepemimpinan Starmer di Ujung Tanduk
Pengunduran diri beruntun ini menjadi pukulan telak bagi stabilitas pemerintahan Starmer. Sebelumnya, Healey dikenal sebagai menteri yang setia. Namun, friksi berkepanjangan soal alokasi dana pertahanan akhirnya memicu langkah dramatis ini. Posisi Healey langsung digantikan oleh Menteri Keamanan, Dan Jarvis, yang kini memegang amanah sebagai Menteri Pertahanan baru.
Krisis internal ini memperlihatkan betapa rumitnya menyeimbangkan kebutuhan keamanan nasional dengan realitas fiskal negara. Di satu sisi, kantong negara terbatas, di sisi lain kebutuhan anggaran kesejahteraan terus membengkak. Pemerintah kini dipaksa mencari solusi strategis untuk memulihkan kepercayaan publik dan memastikan kesiapan pertahanan Inggris ke depan.