Pencarian

Pemkab Buleleng dan Pemprov Bali Perkuat Kolaborasi Wujudkan Program Satu Keluarga Satu Sarjana, Targetkan 2.500 Mahasiswa pada 2026

Kamis, 21 Mei 2026 • 22:45:07 WIB
Pemkab Buleleng dan Pemprov Bali Perkuat Kolaborasi Wujudkan Program Satu Keluarga Satu Sarjana, Targetkan 2.500 Mahasiswa pada 2026
Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Provinsi Bali memperkuat sinergi untuk program ‘Satu Keluarga Satu Sarjana’.

BULELENG — Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Pemerintah Provinsi Bali menggencarkan sinergi untuk merealisasikan program ‘Satu Keluarga Satu Sarjana’. Program ini menyasar keluarga kurang mampu yang belum memiliki anggota keluarga berpendidikan tinggi, dengan target kuota penerima mencapai 2.500 mahasiswa pada tahun 2026.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam talkshow ‘Satu Keluarga Satu Sarjana’ yang digelar pada rangkaian hari kedua Buleleng Education Expo (BEE) di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Kamis (21/5). Acara ini menjadi ajang bagi pemerintah daerah untuk menyelaraskan langkah lintas sektor, mulai dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi.

Bantuan Langsung untuk Mahasiswa Kurang Mampu

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menyebut program ini sangat dinantikan masyarakat. “Program ini sangat dinantikan masyarakat karena diharapkan mampu mendorong peningkatan akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kualitas SDM di Buleleng maupun Bali secara umum,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan skema bantuan yang cukup komprehensif. Pada 2025, kuota yang disediakan sebanyak 1.450 mahasiswa, lalu meningkat menjadi 2.500 mahasiswa pada 2026. Bantuan tersebut meliputi biaya pendaftaran kuliah gratis, bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp1 juta per bulan, serta biaya hidup yang disesuaikan dengan wilayah tempat studi.

Mekanisme Pendaftaran Melalui Kampus

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali, Ida Bagus Gede Wesnawa Punia, menjelaskan bahwa proses pendaftaran tidak dilakukan secara langsung oleh calon mahasiswa ke dinas. “Mekanisme program dilakukan melalui perguruan tinggi. Mahasiswa mendaftar terlebih dahulu ke kampus negeri maupun swasta, kemudian pihak kampus mengusulkan peserta program kepada Dinas Pendidikan Provinsi Bali untuk proses pembiayaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari grand design pembangunan SDM Bali unggul dalam menghadapi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, penguatan pendidikan harus dimulai sejak pendidikan dasar hingga menengah.

Integrasi Budaya Bali dalam Kurikulum

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh, Pemprov Bali juga menerapkan sejumlah kebijakan baru. Mulai tahun 2026, Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan menjadi salah satu dasar penerimaan siswa baru di jenjang SMA dan SMK. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan seleksi berjalan lebih objektif dan sesuai kompetensi siswa.

Selain itu, kalender pendidikan berbasis adat, tradisi, dan budaya Bali mulai diterapkan. Pemerintah juga menyusun bahan ajar dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK yang mengintegrasikan nilai budaya Bali dalam mata pelajaran seperti matematika dan ilmu pengetahuan alam.

Link and Match dengan Dunia Usaha

Wesnawa menekankan bahwa program ini tidak hanya berhenti pada pemberian beasiswa. Pemerintah menyiapkan konsep link and match dengan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan program tidak menjadi sarjana pengangguran. “Peningkatan investasi di Bali diharapkan dapat berjalan selaras dengan kesiapan tenaga kerja lokal,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap program ‘Satu Keluarga Satu Sarjana’ dapat membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu sekaligus melahirkan generasi muda Bali yang unggul dan berdaya saing.

Bagikan
Sumber: lenteraesai.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks