Pencarian

80 Sekolah Rusak di Buleleng Diperbaiki Tahun 2026, Bocor hingga Tak Punya Pintu Jadi Prioritas Pemkab

Kamis, 21 Mei 2026 • 15:10:13 WIB
80 Sekolah Rusak di Buleleng Diperbaiki Tahun 2026, Bocor hingga Tak Punya Pintu Jadi Prioritas Pemkab
sekolah di Buleleng akan diperbaiki pada 2026 dengan prioritas kerusakan berat seperti bocor dan tanpa pintu.

BULELENG — Sebanyak 80 sekolah di Kabupaten Buleleng, Bali, masuk daftar perbaikan pada 2026. Angka ini naik signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya mencakup 59 sekolah. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan prioritas diberikan pada sekolah dengan kerusakan paling parah.

"Ada sekolah yang bocor, tidak punya pintu, kalau hujan kehujanan dan kalau angin kedinginan. Itu yang kami prioritaskan untuk ditangani," kata Sutjidra, Kamis (21/5/2026) di Buleleng.

Kondisi Sekolah di Buleleng: Bocor, Tanpa Pintu, Tak Layak Pakai

Bupati Sutjidra mencontohkan sejumlah sekolah di daerahnya masih memiliki infrastruktur yang memprihatinkan. Ruang kelas bocor saat hujan dan tidak memiliki pintu membuat proses belajar mengajar terganggu, terutama saat musim angin kencang.

Pemkab Buleleng menargetkan perbaikan menyeluruh pada fasilitas pendidikan dasar dan menengah. Sekolah dengan kerusakan berat menjadi sasaran utama program revitalisasi tahun ini.

Singaraja Menuju Kota Pendidikan: Slogan Harus Diikuti Infrastruktur

Perbaikan fasilitas pendidikan merupakan langkah konkret Pemkab Buleleng untuk mewujudkan Singaraja sebagai kota pendidikan di Bali utara. Bupati Sutjidra menegaskan rencana tersebut tidak cukup hanya diumumkan sebagai slogan.

"Pada saat deklarasi dan implementasi nanti, Buleleng betul-betul menjadi tempat anak-anak mendapatkan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA/SMK sampai perguruan tinggi," ujarnya.

Pemkab menilai pembenahan infrastruktur dan sistem pendidikan harus dilakukan secara bertahap agar target tersebut tercapai.

Bantuan Seragam Gratis untuk Siswa Kurang Mampu

Selain memperbaiki bangunan sekolah, Pemkab Buleleng melanjutkan program bantuan seragam gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu. Program ini bertujuan menekan angka putus sekolah.

"Paling tidak anak-anak yang malu ke sekolah karena tidak punya seragam, tas, atau sepatu bisa kita tangani. Dengan pemberian seragam ini mereka lebih bersemangat datang ke sekolah," kata Sutjidra.

Bantuan seragam gratis menjadi salah satu insentif non-infrastruktur yang dijalankan bersamaan dengan perbaikan fisik sekolah. Pemkab berharap kombinasi kedua program ini mampu meningkatkan partisipasi dan kenyamanan belajar siswa di Buleleng.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks