GIANYAR — Verifikasi lapangan digelar sebagai lanjutan penilaian administratif yang telah berjalan untuk penyelenggaraan PUG dua tahun sebelumnya. Tim KemenPPPA menilai langsung bagaimana komitmen Gianyar diterjemahkan dari dokumen perencanaan ke pelaksanaan teknis di lapangan.
Tiga komponen yang dinilai bukan sekadar formalitas. Pelembagaan mengukur konsistensi kebijakan, pelaksanaan menakar realisasi program, sementara inovasi melihat apakah daerah punya terobosan yang mendukung keadilan gender di seluruh sektor pembangunan.
Asisten Deputi PUG Bidang Perekonomian, Infrastruktur, dan Pembangunan Kewilayahan Pemerintah Daerah Wilayah I KemenPPPA, Eni Widiyanti, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan kelengkapan data yang disajikan Pemkab Gianyar.
Eni menekankan verifikasi bertujuan memotret kondisi riil di lapangan secara objektif. KemenPPPA mendorong Pemkab Gianyar menyelaraskan PUG dengan tujuh proses pembangunan nasional.
Tujuannya agar pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan responsif gender benar-benar terwujud, bukan hanya di atas kertas.
Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun memaparkan langsung berbagai capaian serta program inovatif yang telah dijalankan di Kabupaten Gianyar. Ia juga menyerap masukan dan arahan dari tim verifikator untuk penyempurnaan implementasi ke depan.
"Keselarasan antara dokumen perencanaan dan pelaksanaan teknis di lapangan menjadi fokus utama agar evaluasi ini memberikan gambaran yang akurat," tegasnya.
Pernyataan itu menegaskan titik berat evaluasi: bukan sekadar kelengkapan berkas, melainkan apakah program PUG benar-benar menyentuh warga di tingkat desa dan kelurahan.
Parahita Ekapraya merupakan penghargaan pemerintah pusat bagi daerah yang dinilai berhasil mengintegrasikan keadilan gender dalam pembangunan. Gianyar kini menunggu hasil akhir penilaian setelah melewati dua tahap verifikasi.
Hasil verifikasi lapangan akan menjadi bahan pertimbangan penentuan penerima PPE 2026. Bagi warga Gianyar, dampaknya terasa pada layanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan perempuan dan kelompok rentan.