BALI — BMKG bersama BPBD DKI Jakarta menjalankan operasi modifikasi cuaca pada 21-25 Oktober 2026 untuk menekan polusi udara dan mendinginkan suhu kota. Hingga Jumat (23/10), empat sorti penerbangan penyemaian awan telah menaburkan total 4.000 kilogram garam di langit Jabodetabek. Operasi ini disebut hanya instrumen pendukung, bukan pengganti pengendalian emisi.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) merupakan bagian dari sinergi BMKG dan Pemprov DKI Jakarta dalam mitigasi bencana hidrometeorologi. Kerja sama itu juga mencakup pemantauan dan pengendalian pencemaran kualitas udara di ibu kota.
Dalam aspek kualitas udara, BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah bertukar data terkait parameter meteorologi dan kualitas udara. Informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika dinilai diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan serta penanganan persoalan lingkungan perkotaan.
Masyarakat dapat mengakses informasi kualitas udara, termasuk konsentrasi partikel halus PM2.5 terkini dan prediksi hingga tiga hari ke depan, melalui aplikasi JAKI. Penguatan sistem peringatan dini kualitas udara diharapkan mendorong warga, terutama kelompok rentan, melakukan langkah antisipasi lebih awal.
"Terkhusus dalam aspek kualitas udara, BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah melakukan pertukaran data terkait parameter meteorologi dan kualitas udara," kata Faisal dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10).
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo melaporkan hingga Jumat (23/10) sudah ada empat sorti penerbangan penyemaian awan. Total garam atau natrium klorida (NaCl) yang ditaburkan mencapai 4.000 kilogram.
Pada Jumat (23/10) saja, dua sorti penyemaian awan digelar di ketinggian 10.000-11.000 kaki atau 3.048-3.352,8 meter. Sorti pertama menyasar awan potensial di Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor. Sorti kedua memfokuskan penyemaian di area Bogor.
"Hujan berpotensi membantu membersihkan sebagian partikel pencemar dari atmosfer, meskipun efektivitasnya bergantung pada kondisi cuaca dan karakteristik pencemar," tutur Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto.
Penyemaian awan menggunakan pesawat Cessna Caravan C208B dengan nomor registrasi PK-SNH. Pusat komando operasi berlokasi di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten.
Kondisi atmosfer lokal yang lembap dan massa udara konvektif pada periode penyemaian disebut mendukung potensi hujan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Berdasarkan citra radar BMKG dan laporan visual Jumat sore hingga malam, hujan terpantau terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Pantauan tim CNNIndonesia.com pada Jumat (23/10) sore mencatat hujan ringan berdurasi singkat disertai mendung di kawasan Lenteng Agung hingga Pasar Minggu, Jakarta Selatan. BMKG menegaskan kondisi hujan itu tidak dengan sendirinya membuktikan penyemaian awan sebagai penyebabnya.
Efektivitas OMC bergantung pada kondisi atmosfer dan karakteristik pencemar. BMKG juga menegaskan modifikasi cuaca hanya salah satu instrumen pendukung mitigasi, bukan pengganti upaya pengendalian pencemaran udara dari sumber emisi maupun pengelolaan lingkungan lainnya.
Sinergi antarlembaga serta pemanfaatan informasi cuaca dan kualitas udara tetap dibutuhkan untuk mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih sehat dan tangguh.