DENPASAR — Prakiraan cuaca Bali pada Kamis (22/10) dirilis BMKG melalui akun Instagram @bmkgbali untuk periode pukul 08.00 WITA hingga Jumat (23/10) pukul 08.00 WITA. Tidak ada satu pun kabupaten atau kota di Pulau Dewata yang masuk kategori peringatan hujan, baik ringan maupun ekstrem.
Suhu tertinggi hari itu mencapai 34 derajat Celcius, sementara suhu terendah 20 derajat Celcius. Angin bertiup dari arah timur-tenggara dengan kecepatan 4–32 kilometer per jam.
Gelombang Laut Selatan Bali Capai 3 Meter
Perairan Selatan Pulau Bali menjadi titik paling berisiko dengan potensi gelombang hingga 3,0 meter. Sementara Perairan Utara Bali diprakirakan lebih tenang, dengan tinggi gelombang 0,5–1,5 meter.
BMKG merinci ambang risiko bagi pelayaran. Kapal ferry berisiko terdampak jika kecepatan angin mencapai 21 knot disertai gelombang setinggi 2,5 meter.
Bagi nelayan, risiko muncul saat kecepatan angin menyentuh 15 knot dengan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Jam Terbit dan Terbenam Matahari di Bali
Data astronomi yang dirilis BMKG mencatat matahari terbit pukul 05.54 WITA dan terbenam pukul 18.14 WITA. Bulan terbit pukul 14.56 WITA dan terbenam pukul 02.43 WITA.
- Suhu: 20–34 derajat Celcius
- Kelembapan: 55–90 persen
- Arah angin: timur-tenggara, 4–32 km/jam
- Gelombang Perairan Utara Bali: 0,5–1,5 meter
- Gelombang Perairan Selatan Bali: 0,5–3,0 meter
- Matahari terbit: 05.54 WITA, terbenam: 18.14 WITA
- Bulan terbit: 14.56 WITA, terbenam: 02.43 WITA
Warga Bali Diminta Cermati Kondisi Laut Sebelum Melaut
Kondisi cerah berawan di daratan tidak otomatis berarti aman di perairan. Nelayan dan operator kapal ferry di jalur selatan Bali disarankan mencermati tinggi gelombang sebelum berangkat.
Peringatan dini BMKG untuk periode Kamis hingga Jumat pagi tidak mencantumkan adanya wilayah dengan potensi hujan lebat. Prakiraan ini menjadi acuan awal bagi warga yang merencanakan aktivitas luar ruang maupun pelayaran.