BALI — Bursa Efek Indonesia mencatat penjualan bersih investor asing di pasar saham menembus Rp94,87 triliun sejak Januari hingga 23 Oktober 2026. Tekanan jual berlanjut pada pekan terakhir dengan net sell Rp6,67 triliun atau USD369,83 juta, sementara IHSG year to date terporeksi 37,82% dan ditutup di level 5.439.
Angka net sell pekan lalu itu naik sekitar 109,2% dibandingkan pekan sebelumnya yang sebesar Rp3,19 triliun atau USD177,04 juta. Pelemahan rupiah ikut memperbesar nilai jual dalam denominasi dolar, sehingga arus keluar tercatat USD369,83 juta pada periode yang sama.
Meski aliran dana asing keluar deras, komposisi nilai transaksi di BEI tidak banyak berubah. Investor domestik masih mendominasi sekitar 60% dari total nilai perdagangan, sedangkan investor asing menyumbang sekitar 40%.
Kenaikan net sell mingguan menjadi sinyal bahwa tekanan eksternal belum mereda. Pada pekan sebelumnya, investor asing hanya membukukan penjualan bersih Rp3,19 triliun atau USD177,04 juta. Kini angkanya melonjak menjadi Rp6,67 triliun atau USD369,83 juta.
Dalam denominasi rupiah, lonjakan itu setara 109,2%. Artinya, laju pelepasan saham oleh investor asing berlipat dalam waktu satu pekan, bukan sekadar berlanjut dengan tempo yang sama.
Koreksi IHSG sepanjang tahun berjalan sudah mencapai 37,82% dengan indeks berakhir di level 5.439. Penurunan sebesar itu menempatkan pasar saham Indonesia di antara bursa dengan kinerja terlemah pada 2026.
Investor domestik menyumbang sekitar 60% dari nilai transaksi, porsi yang relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya. Kontribusi sebesar itu menahan pasar dari penurunan lebih dalam, tetapi belum mampu membalik arah indeks.
Investor asing yang menyumbang sekitar 40% nilai transaksi tetap menjadi penentu arah harga saham-saham berkapitalisasi besar. Ketika aliran keluar berlanjut, saham unggulan yang menjadi buruan asing cenderung tertekan lebih dulu.
Bagi pelaku pasar, kombinasi net sell asing yang membesar dan IHSG yang sudah terporeksi 37,82% membuka dua kemungkinan. Sebagian investor melihat level 5.439 sebagai titik masuk, sebagian lain memilih menunggu arus keluar asing berhenti lebih dulu.
Angka Rp94,87 triliun menegaskan bahwa modal asing belum kembali ke pasar saham domestik sejak awal tahun. Pemulihan indeks akan bergantung pada apakah tekanan jual ini surut atau justru berlanjut hingga akhir tahun.
Perhatikan tiga hal: laju net sell asing per pekan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar, dan porsi transaksi domestik yang saat ini bertahan di kisaran 60%. Ketiganya menentukan seberapa cepat IHSG bisa keluar dari zona koreksi 37,82%.