Kabut Putih Selimuti Tabanan Bali Picu Spekulasi Karhutla, BMKG Sebut Fenomena Kabut Adveksi

Penulis: Darmawan Putra  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:16:31 WIB
Kabut putih menyelimuti kawasan Tabanan, Bali, pada Rabu (21/10/2026).

TABANAN — Kabut putih menyelimuti wilayah Tabanan, Bali, termasuk Jalan Bypass Kediri serta kawasan Gubug dan Yeh Gangga, Kecamatan Kerambitan, pada Rabu (21/10/2026). Kondisi itu memunculkan spekulasi warga bahwa kabut tersebut merupakan asap karhutla.

Kepala Stasiun Klimatologi Bali Aminudin Al Roniri menepis anggapan tersebut. Ia menyebut fenomena yang terekam dalam video viral itu sebagai kabut adveksi, bukan asap pembakaran lahan.

Mengapa Warga Menduga Kabut Itu Asap Karhutla

Kabut muncul cukup tebal di area dataran rendah dan sekitar pesisir pantai. Warna putih pekatnya menyerupai asap, sehingga warga langsung mengaitkannya dengan kiriman asap dari kebakaran hutan dan lahan.

Aminudin memastikan asap karhutla tidak sampai ke Bali. Citra satelit menunjukkan sebaran asap dari Kalimantan bergerak ke arah barat, barat laut, dan utara.

"Dari analisis berdasarkan video yang beredar di Tabanan tersebut, fenomena seperti asap atau kabut putih tebal yang menyelimuti area dataran rendah atau daerah yang berada di sekitar pesisir pantai tersebut dikenal dengan istilah kabut adveksi," ujarnya.

Bagaimana Kabut Adveksi Terbentuk

Kabut adveksi terjadi ketika angin membawa massa udara hangat dan lembap dari laut atau wilayah lebih dingin menuju daerah dengan suhu berbeda. Perbedaan suhu membuat uap air mengembun di dekat permukaan, lalu membentuk lapisan kabut tebal.

Fenomena ini umumnya muncul saat musim kemarau ketika suhu udara daratan tinggi. Kemunculannya tetap bergantung pada kondisi atmosfer, sehingga tidak semua dataran rendah atau pesisir mengalaminya.

"Kabut adveksi ini umumnya tidak berbau, membuat cuaca di sekitar menjadi agak lembap, tetapi juga tidak begitu segar," terang Aminudin.

Yang Perlu Diketahui Warga Tabanan

Kabut adveksi berbeda dari asap karhutla yang biasanya disertai bau terbakar dan partikel pekat. Warga di sekitar Bypass Kediri, Gubug, dan Yeh Gangga tidak perlu panik menyikapi kondisi ini.

BMKG menyarankan warga tetap memantau informasi cuaca resmi, terutama saat berkendara di jalur yang tertutup kabut. Jarak pandang yang menurun menjadi risiko utama di jalan.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: mitrapost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top