BALI — Kabut asap karhutla di Kalimantan Barat memaksa ibu ekstra waspada, terutama yang punya bayi dan balita. Lazismu PP 'Aisyiyah menghadirkan Rumah Oksigen Balita di Kubu Raya sebagai ruang aman bernapas bersih, lengkap dengan alat pemurni udara hingga mainan edukatif.
Kualitas udara yang memburuk saat karhutla paling berisiko bagi kelompok rentan, dan bayi serta balita ada di urutan teratas. Lazismu Pimpinan Pusat 'Aisyiyah menyalurkan bantuan ke Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Kalimantan Barat untuk menyediakan Rumah Oksigen Balita bagi keluarga terdampak kabut asap.
Bantuan diserahkan melalui Lazismu Kalimantan Barat dan melibatkan sejumlah unsur Muhammadiyah serta 'Aisyiyah di wilayah tersebut. Tujuannya satu: memastikan bayi dan balita tetap mendapat udara bersih dan ruang aman selama masa darurat.
Lokasi Rumah Oksigen Balita di Kubu Raya
Rumah Oksigen Balita beroperasi di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Arteri Supadio, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Penanggung jawab program KL Lazismu PP 'Aisyiyah, Rifka Anisa, menyebut fasilitas ini dirancang bukan hanya untuk kesehatan fisik.
Lingkungan yang nyaman dan sarana pendukung memadai diharapkan mengurangi rasa takut anak. Ruang istirahat yang layak juga membantu pemulihan psikologis balita lewat trauma healing selama bencana berlangsung.
Apa Saja yang Tersedia di Dalamnya
Bantuan yang disalurkan mencakup alat pemurni udara Aqua Purifier KJ300F-VNUI dan masker. Ada pula tisu basah dan kering, kasur, bantal, tikar, karpet, rak penyimpanan, serta perlengkapan pendukung lain.
Untuk kebutuhan gizi dan kesehatan, tersedia makanan ringan balita, susu, vitamin anak, nebulizer Omron NE-C28, termometer, dan timbangan digital. Permainan edukatif ikut disiapkan agar anak tetap bisa bermain di tengah situasi darurat.
Jaringan Layanan Oksigen di Kalimantan Barat
Layanan Rumah Oksigen di Kalimantan Barat kini menjangkau sejumlah titik di lingkungan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Salah satunya SMA Muhammadiyah 1 Pontianak yang berfungsi sebagai Posko Koordinasi Utama Karhutla Muhammadiyah Kalimantan Barat.
Titik lain meliputi ITEKES Muhammadiyah Kalbar di Sungai Raya Dalam, Universitas Muhammadiyah Pontianak di Jalan Ahmad Yani, serta Politeknik 'Aisyiyah (POLITA) Pontianak di Jalan Ampera. Ada juga SMK 1 Muhammadiyah Kubu Raya di Rasau Jaya serta SD Muhammadiyah 1 dan 2 Pontianak.
Dukungan tambahan tersedia di Muhammadiyah Health Care Center (MHCC) Desa Kapur, Kabupaten Kubu Raya. Layanan Rumah Oksigen bergerak menjangkau Parit Timur, Sungai Ambawang, dan Puskesmas Korpri di Sungai Raya Dalam, plus Kabupaten Sintang lewat kolaborasi Muhammadiyah dan Forstar.
Kolaborasi di Balik Layanan Ini
Pelaksanaan program melibatkan PWA Kalimantan Barat, Lazismu Kalimantan Barat, Majelis Kesehatan 'Aisyiyah, dan LLHPB PWA. Turut bergabung MDMC, MLH Kalimantan Barat, PDA Kubu Raya, LSBO Kubu Raya, serta MKS PWM Kalimantan Barat.
"Melalui dukungan tersebut, Kantor Lazismu PP 'Aisyiyah berharap beban keluarga yang terdampak karhutla, khususnya yang memiliki bayi dan balita, dapat berkurang," ujar Rifka Anisa.
Yang Bisa Ibu Lakukan Saat Kabut Asap
Jika kualitas udara di sekitar rumah memburuk, batasi aktivitas anak di luar ruangan dan tutup jendela. Gunakan masker saat terpaksa keluar, dan pantau napas anak bila muncul batuk atau sesak.
Segera cari bantuan medis jika balita mengalami sesak napas, napas cepat, atau lemas. Fasilitas seperti Rumah Oksigen Balita bisa jadi rujukan awal untuk mendapatkan ruang bernapas yang lebih bersih.
Bagi ibu di Kalimantan Barat, layanan ini memberi satu hal yang sering sulit didapat saat bencana: kepastian bahwa anak bisa bernapas lebih tenang. Catat lokasi dan kontak posko terdekat sebelum kondisi udara memburuk.