GIANYAR — Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Gianyar, I Gede Suardana Putra, menyebut angka TPT itu berasal dari data angkatan kerja 2025 yang dihimpun pihaknya bersama Badan Pusat Statistik. Dari 324.700 orang angkatan kerja, sebanyak 319.664 orang sudah terserap di dunia kerja.
"Angkatan kerja tahun 2025 sebanyak 324.700 orang. Dari jumlah tersebut, 319.664 orang sudah bekerja dan sebanyak 5.036 orang tercatat masih menganggur atau sekitar 1,55 persen sebagai angka TPT," ujar Suardana, Rabu (30/9/2026).
Angka 1,55 persen itu lebih rendah dibanding capaian tahun sebelumnya yang menyentuh 1,98 persen. Penurunan ini menempatkan Gianyar pada posisi yang relatif terkendali dibanding banyak kabupaten lain di Bali.
Meski begitu, angka 5.036 orang tetap menjadi pekerjaan rumah. Kelompok ini belum tentu seluruhnya berhenti mencari kerja — sebagian bisa jadi sedang menunggu proses rekrutmen, sebagian lain belum menemukan posisi yang cocok dengan keterampilannya.
Disnaker Gianyar memakai bursa kerja sebagai instrumen utama untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Job fair digelar secara berkala, bukan sekali setahun, agar penyerapan tenaga kerja berjalan lebih cepat.
Lewat skema ini, perusahaan bisa langsung bertemu calon pekerja tanpa melalui perantara. Pencari kerja pun mendapat akses ke banyak lowongan dalam satu waktu.
Selain memfasilitasi bursa kerja, Disnaker Gianyar fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan keterampilan gratis di Balai Latihan Kerja. Keahlian yang diajarkan mencakup pelatihan barista, pembuatan kue dan roti (bakery), hingga Make Up Artist junior.
Program pelatihan ini dirancang agar peserta memiliki keahlian terapan yang siap pakai maupun modal untuk berwirausaha mandiri. Artinya, lulusan pelatihan tidak hanya dibekali untuk melamar kerja, tetapi juga untuk membuka usaha sendiri bila lowongan formal belum tersedia.
Minat masyarakat Gianyar bekerja ke luar negeri terbilang cukup tinggi. Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia per 29 September 2026, sebanyak 232 pencari kerja mengurus Kartu Kuning (AK1) dan 496 orang terdaftar memiliki ID Calon Pekerja Migran Indonesia.
Angka 496 calon CPMI itu menunjukkan jalur luar negeri masih menjadi pilihan bagi warga yang belum terserap di pasar kerja lokal. Kartu AK1 yang diurus ratusan pencari kerja juga menandakan proses pencarian kerja formal masih berjalan aktif di Gianyar.
Disnaker Gianyar belum merinci jadwal job fair berikutnya maupun kuota peserta untuk tiap pelatihan di BLK. Informasi soal pembukaan pendaftaran biasanya disampaikan lewat kanal resmi dinas.