Vaksin Influenza Anak Mulai 6 Bulan, Rekomendasi IDAI Terbaru

Penulis: Candra Setiabudi  •  Rabu, 23 September 2026 | 11:18:31 WIB
IDAI merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan untuk anak mulai usia 6 bulan.

BALI — Kasus Influenza A yang meningkat membuat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kembali menegaskan pentingnya vaksinasi influenza tahunan untuk anak mulai usia 6 bulan. Berikut panduan lengkapnya, mulai dari jenis vaksin, cara merawat anak yang terinfeksi, hingga tanda bahaya yang wajib ibu waspadai.

Vaksin influenza bisa menurunkan risiko infeksi hingga 40-60 persen. Angka itu cukup besar untuk melindungi si kecil dari komplikasi yang lebih berat, apalagi saat kasus Influenza A sedang naik.

Prof Dr dr Anggraini Alam, Sp.A, Subsp IPT(K), dari Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropis IDAI, menjelaskan bahwa vaksinasi tahunan bukan sekadar rutinitas. Virus influenza terus berubah, sehingga vaksin tahun ini dirancang menyesuaikan strain yang diprediksi beredar.

Mengapa Vaksin Influenza Harus Diulang Setiap Tahun?

Virus influenza berevolusi lewat dua mekanisme: antigenic drift dan antigenic shift. Karena itu, vaksin tahun lalu belum tentu cocok melawan virus yang beredar sekarang.

Manfaatnya tidak berhenti pada anak. Vaksinasi pada anak juga melindungi anggota keluarga lain, terutama bayi di bawah 6 bulan yang belum bisa divaksinasi.

Jenis Vaksin Influenza untuk Anak

IDAI merekomendasikan vaksinasi influenza untuk semua anak mulai usia 6 bulan. Ada dua jenis vaksin yang tersedia di Indonesia:

  • Vaksin inaktif, tersedia dalam bentuk trivalen atau kuadrivalen, bisa diberikan sejak usia 6 bulan.
  • Vaksin hidup intranasal, untuk anak usia 2-49 tahun dengan kondisi sehat.

Pemberian vaksin menurunkan risiko infeksi sekaligus mengurangi keparahan penyakit dan komplikasi bila anak tetap tertular.

Anak Sudah Terinfeksi Influenza, Apa yang Harus Dilakukan?

Untuk anak yang sudah terinfeksi, IDAI merekomendasikan istirahat cukup, hidrasi adekuat, dan obat penurun demam sesuai indikasi. Pada pasien berisiko tinggi atau dengan gejala berat, dokter dapat meresepkan antivirus dengan dosis berdasarkan usia dan berat badan.

Waktu pemberian antivirus idealnya dalam 48 jam pertama sejak gejala muncul. Namun, pemberiannya tetap harus berdasarkan evaluasi dokter, bukan inisiatif sendiri.

"Kami mengingatkan bahwa pemberian antivirus harus berdasarkan evaluasi dokter. Jangan memberikan obat tanpa resep, dan waspadai tanda bahaya seperti sesak napas, demam tinggi yang tidak turun, penurunan kesadaran, atau dehidrasi. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat," pesan Dr dr Hikari Ambara Sjakti, Sp.A, Subsp H.Onk(K), Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI.

Tanda Bahaya yang Wajib Ibu Waspadai

Beberapa gejala influenza pada anak bisa berkembang jadi kondisi serius. Segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat jika anak mengalami:

  • Sesak napas atau napas cepat
  • Demam tinggi yang tidak turun meski sudah diberi obat
  • Penurunan kesadaran atau lemas berlebihan
  • Dehidrasi, misalnya jarang buang air kecil atau mulut kering

Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan di Rumah

Selain vaksinasi tahunan untuk anak dan anggota keluarga lain, IDAI mengajak orang tua menerapkan protokol kesehatan secara konsisten. Cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, dan hindari kerumunan jadi langkah sederhana yang berdampak besar.

Kalau anak sakit, jangan paksa ia sekolah. Isolasi sampai minimal 24 jam bebas demam tanpa obat penurun panas. Pastikan juga asupan air putih cukup, terutama saat cuaca panas kering yang bisa memicu dehidrasi.

Untuk tenaga kesehatan dan pemerintah, IDAI mendorong penguatan surveilans genomik dan akses RT-PCR guna mengidentifikasi subtipe virus, termasuk subklad K. Data ini penting untuk manajemen kasus dan penentuan komposisi vaksin mendatang.

"Dengan kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat, kita dapat mengurangi dampak influenza pada anak dan keluarga. Lindungi anak, lindungi bangsa," tutup Prof Anggraini.

Vaksinasi tahunan, kebersihan tangan, dan kepekaan terhadap tanda bahaya adalah tiga hal yang bisa ibu mulai hari ini. Anak terlindungi, seluruh keluarga ikut aman.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: health.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top