BALI — Presenter Sinyorita Esperanza membagikan kabar duka atas keguguran yang dialaminya pada 9 September lalu, setelah kehamilan hasil program bayi tabung (IVF) kedua hanya bertahan hingga usia 6 minggu. Kisah perjuangan IVF di usia 44 tahun ini menyentuh banyak warganet dan jadi pengingat bahwa perjalanan menuju kehamilan tak selalu mulus.
Sinyorita Esperanza mengumumkan kabar duka lewat unggahan emosional di akun Instagram pribadinya, @sinyoritaesperanza. Perempuan berusia 44 tahun ini sebelumnya sempat membagikan momen kebahagiaan karena dinyatakan hamil setelah menjalani program in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung. Namun kebahagiaan itu berubah menjadi duka saat kehamilannya tidak dapat bertahan lebih lama.
Sinyorita dan suaminya, Robby, pertama kali menjalani IVF pada 2021 dan belum berhasil. Pasangan ini kembali mencoba program yang sama pada 2026. Sinyorita menuturkan proses transfer embrio (ET) hingga masa two weeks waiting berjalan lancar, termasuk saat dirinya menjalani bedrest.
"Alhamdulillah proses ET berjalan lancar. Sampai Two Weeks Waiting aku jalankan dengan baik dan bedrest tanpa kendala sedikitpun. Waktu yg dinanti tiba utk test beta hcg dan Alhamdulillah hasilnya 280 aku positif hamil," tulis Sinyorita.
Hasil test beta Human Chorionic Gonadotropin (HCG) itu membawa kabar bahagia bagi Sinyorita, suami, dan putra pertamanya. Sayangnya, kebahagiaan tersebut tidak bertahan lama.
Keguguran terjadi pada 9 September lalu, saat kehamilan baru memasuki usia 6 minggu. Sinyorita menyampaikan kabar ini dengan hati yang berat, namun tetap menerima apa yang sudah ditetapkan.
"Intinya kemarin itu aku sempat hamil. Tapi Qodarullah kehamilanku bertahan cuma sampe 6 minggu aja. Di tgl 9 September aku mengalami keguguran. Kita panggil dia Baby Bala Bala atau Queena," kata Sinyorita.
Ia dan suami memberi nama janin yang dikandungnya Baby Bala Bala atau Queena. Sinyorita meyakini buah hatinya kini menjadi tabungan surga bagi dirinya dan suami.
"Qodarullah…. Apa yg Allah sudah tetapkan pasti baik nantinya, meskipun terkadang hati kita masih belum mampu utk memahaminya. Makasih adek sayang 6 minggu terindah di perut Bunda dengan baik. Bunda, Papa dan Abang Aca sayang adek. Smoga kita bertemu di Jannahnya Allah nanti. Al fatihah…," tuturnya.
Curhatan Sinyorita langsung menuai banyak ucapan duka dan doa dari warganet. Banyak yang mendoakan agar ia lekas pulih pasca keguguran.
"Kaaak sinyoooooo … pelukkkk, InsyaAllah jadi penunggu di surga menanti kalian, orang tuanya," tulis akun @ch***.
"innalillahi wa inna ilaihi raji'un... semoga diberi Allah ketabahan kak @sinyoritaesperanza dan suami tersayang, mendapatkan yg terbaik dalam perjalanannya dan tetap semangat," tulis akun @ka***.
Mewakili keluarganya, Sinyorita menyampaikan terima kasih atas perhatian dan doa yang mengalir dari teman-teman serta para pengikutnya di media sosial.
"Mewakili The Bundars, mau blg makasih ya atas support dan do’a baiknya. #innalillahiwainnailaihirojiun #babyqueenatabungansurga," ungkapnya.
Keguguran di awal kehamilan bisa dialami siapa saja, termasuk lewat program IVF. Setelah prosedur transfer embrio dan hasil test HCG positif, kehamilan tetap perlu dipantau dokter secara berkala. Jika muncul perdarahan, kram hebat, atau tanda bahaya lain, segera hubungi dokter kandungan untuk penanganan lebih lanjut.
Bagi Bunda yang tengah menjalani program kehamilan, cerita Sinyorita bisa jadi pengingat bahwa setiap perjalanan punya waktunya sendiri. Dukungan pasangan dan orang terdekat sangat berarti untuk melewati masa sulit seperti ini.