Koper Bekas Ditinggal di Hotel Jepang Jadi Masalah Baru Wisatawan

Penulis: Bayu Nugroho  •  Selasa, 15 September 2026 | 16:30:31 WIB
Koper bekas yang ditinggalkan tamu menumpuk di area hotel di Jepang.

BALI — Koper termasuk kategori sampah berukuran ekstra besar dalam sistem pengelolaan sampah Jepang, dengan istilah lokal sodai gomi. Setiap kota punya aturan sendiri untuk menangani barang sebesar ini, dan tidak bisa sekadar ditaruh di depan hotel atau lobi bandara.

Praktik meninggalkan koper lama lalu membeli koper baru memang berkembang di kalangan turis asing. Hotel-hotel di sejumlah kota mulai mengeluhkan tumpukan koper yang ditinggal begitu saja oleh tamu yang sudah check-out.

Prosedur Resmi Buang Koper di Jepang

Untuk membuang koper lewat jalur resmi, traveler harus mendaftar dan mengisi data diri lebih dulu agar petugas bisa menjadwalkan penjemputan. Setelah terdaftar, beli stiker pembuangan di konbini atau minimarket terdekat.

Harga satu stiker berkisar 400-700 Yen, tergantung ukuran dan kota. Tempel stiker itu di koper, lalu letakkan di titik penjemputan yang sudah ditentukan sesuai jadwal. Petugas akan mengangkut dan mengurusnya dari sana.

Opsi Lewat Hotel atau Bandara

Alternatif yang lebih praktis: tanyakan ke staf hotel atau bandara apakah mereka menyediakan layanan buang koper bekas. Biayanya sekitar 1.200 Yen per koper, jauh lebih mahal dari jalur stiker konbini, tapi tidak perlu repot mendaftar sendiri.

Layanan ini tidak tersedia di semua hotel, jadi pastikan bertanya sejak awal sebelum check-out. Beberapa bandara besar seperti Chubu sudah punya prosedur khusus untuk koper tak bertuan yang menumpuk di area keberangkatan.

Perbaiki Dulu Sebelum Memutuskan Buang

Sejumlah pakar perjalanan menyarankan traveler mempertimbangkan perbaikan lebih dulu jika kerusakan koper masih tergolong minor. Di Jepang ada banyak toko servis koper dengan layanan cepat dan harga bersaing.

Membawa koper rusak ke tukang servis lokal jelas lebih murah dibanding membeli koper baru plus biaya pembuangan yang bisa menembus 1.200 Yen. Selain itu, langkah ini menghindari penambahan volume sampah oversized di kota-kota wisata Jepang.

Daur Ulang di Toko Koper Kawasan Shinsaibashi

Saat membeli koper baru, traveler bisa langsung bertanya ke petugas toko apakah mereka menerima koper lama untuk didaur ulang. Sejumlah toko di kawasan Shinsaibashi, Osaka, menyediakan layanan ini dengan biaya sekitar 500 Yen.

Skema ini menguntungkan dua pihak: wisatawan dapat koper baru tanpa harus bingung membuang yang lama, dan toko mendapat bahan daur ulang. Namun tidak semua toko menyediakan layanan serupa, jadi tanyakan dulu sebelum transaksi.

Tips Sebelum Belanja Koper di Jepang

  • Cek dulu apakah hotel tempat menginap menerima penitipan koper bekas, termasuk biayanya.
  • Simpan struk pembelian koper baru jika ingin minta bantuan daur ulang di toko yang sama.
  • Jangan tinggalkan koper di lobi atau kamar tanpa konfirmasi ke staf, karena bisa dikenakan biaya tambahan.
  • Untuk kerusakan ringan seperti roda macet atau resleting rusak, cari toko servis koper terdekat sebelum memutuskan beli baru.
  • Jika memilih jalur sodai gomi, urus pendaftaran dan stiker minimal beberapa hari sebelum tanggal kepulangan.

Meninggalkan koper bekas di Jepang bukan sekadar soal etika, tapi juga soal biaya dan prosedur yang harus diikuti. Informasi tarif dan titik penjemputan bisa berbeda di tiap kota, jadi konfirmasi ke dinas kebersihan setempat atau staf hotel sebelum membuang.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top