Bupati Wakatobi Haliana Temui Gubernur Bali Wayan Koster, Siap Adopsi Tata Kelola Arak dan Garam Lokal

Penulis: Candra Setiabudi  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:56:01 WIB
Bupati Wakatobi Haliana bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar untuk membahas adopsi tata kelola produk lokal.

DENPASAR — Pemerintah Kabupaten Wakatobi resmi membuka pintu kerja sama dengan Provinsi Bali untuk mengadopsi model tata kelola produk lokal yang telah berhasil mendongkrak ekonomi masyarakat Pulau Dewata. Keinginan itu mengemuka dalam pertemuan antara Bupati Wakatobi Haliana dan Gubernur Bali Wayan Koster di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (26/8).

Haliana mengakui Bali telah membuktikan diri sebagai destinasi kelas dunia yang tidak hanya unggul dalam pariwisata, tetapi juga mampu menata produk tradisional hingga menembus pasar internasional. Wakatobi, yang dikenal dengan keindahan bawah lautnya, ingin meniru pola serupa dengan menyesuaikan potensi daerah.

"Program yang bagus di Bali bisa kita implementasikan juga di Wakatobi. Kami akan studi banding terkait pemanfaatan produk lokal," ujar Haliana dalam keterangan yang diterima redaksi.

Kunci Sukses: Jangan Dilarang, Tapi Diatur

Gubernur Wayan Koster membeberkan filosofi utama di balik suksesnya produk lokal Bali, khususnya minuman tradisional. Ia menegaskan pendekatan yang digunakan bukan pelarangan, melainkan pengaturan agar produk memiliki nilai tambah dan daya saing.

"Jangan dilarang, tapi kita atur," tegas Koster di hadapan rombongan Pemkab Wakatobi.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Regulasi ini melindungi sekaligus mengembangkan produk lokal seperti arak, brem, dan tuak agar memiliki legalitas serta jaminan keamanan.

Arak Bali Tembus Bandara, Garam Lokal Jadi Prioritas

Dampak kebijakan itu disebutkan Koster sudah terasa nyata. Arak Bali kini menjadi salah satu produk dengan penjualan tertinggi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, bersaing dengan produk minuman berkelas dunia berkat tata kelola yang legal dan berpihak pada UMKM lokal.

Selain arak, Koster juga menyoroti potensi garam lokal Bali yang dinilai memiliki kualitas unggul. Ia mendorong Wakatobi untuk tidak hanya fokus pada satu komoditas, tetapi juga mengembangkan produk kebanggaan daerah masing-masing.

"Harus ada paket wisata yang menarik agar kunjungan wisatawan ke Wakatobi semakin meningkat," imbuhnya, menekankan pentingnya penguatan paket pariwisata yang mencakup objek jelas, hotel, restoran, dan destinasi berkualitas.

Penerbangan Langsung Bali-Wakatobi Jadi Jembatan

Peluang mempererat hubungan kedua daerah semakin terbuka lebar. Bupati Haliana mengungkapkan bahwa Wakatobi kini telah memiliki penerbangan langsung ke Bali dengan frekuensi dua kali sepekan.

Konektivitas ini dinilai sebagai peluang besar untuk meningkatkan arus wisatawan sekaligus mempercepat transfer pengetahuan dan kerja sama ekonomi antara Wakatobi dan Bali. Haliana menegaskan pihaknya siap menimba pengalaman langsung dari Bali sebagai pionir penataan produk tradisional.

Dengan pengalaman tersebut, Wakatobi melihat peluang besar untuk mengangkat kekayaan lokalnya agar tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari panggung dunia.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: kabarnusa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top