25 Pekerja 11 Perusahaan Tuna di Benoa Bali Ikut Uji Kompetensi BNSP, KKP Perkuat Daya Saing Ekspor

Penulis: Agus Hermawan  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:16:01 WIB
pekerja dari 11 perusahaan tuna di Benoa, Bali, mengikuti uji kompetensi operator pembekuan ikan tuna bersertifikasi BNSP.

BADUNG — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat daya saing industri tuna nasional melalui peningkatan kompetensi pekerja pengolahan di Benoa, Bali. Sebanyak 25 pekerja dari 11 perusahaan mengikuti uji kompetensi operator pembekuan ikan tuna dengan skema sertifikasi okupasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Mereka sebelumnya telah menuntaskan Pelatihan Peningkatan Kapasitas pada Desember 2025 sebelum melanjutkan proses sertifikasi. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) bersama Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia.

Delapan Unit Kompetensi yang Diuji di Benoa

Proses penilaian mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Pembekuan Ikan Tuna. Peserta diuji melalui tes tertulis, sesi tanya jawab, dan praktik langsung yang mencakup delapan unit kompetensi.

  • Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  • Penerimaan dan pencucian bahan baku
  • Proses chilling dan butchering
  • Penyimpanan di chilling room
  • Proses pembekuan dan pengemasan

Uji praktik digelar di fasilitas produksi PT Intimas Surya yang berlokasi di Benoa. Pemilik perusahaan, Ivan Hans Jorgih, menyatakan peningkatan kompetensi pekerja menjadi kunci utama menjaga kualitas produk dan memperkuat daya saing ekspor tuna Indonesia.

Peran Pekerja dalam Rantai Pasok Tuna

Pekerja pengolahan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas ikan yang sudah didaratkan hingga menjadi produk bernilai tambah. Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan (Puslat KP), Joni Haryadi D., menegaskan para pekerja perlu mendapat akses yang sama terhadap peningkatan kompetensi dan pengakuan atas keahlian yang dimiliki.

Kepala Pusat Standardisasi dan Sertifikasi SDM KP, A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, menyebut instrumen sertifikasi ini esensial untuk mengukur kemampuan pekerja secara terstandar. “Dalam pengolahan tuna, hal ini berkaitan langsung dengan ketepatan penanganan, keamanan, konsistensi mutu, dan efisiensi proses,” jelasnya.

Manfaat Sertifikasi bagi Industri dan Pekerja

Dari sisi industri, keberadaan tenaga kerja bersertifikat memberikan kepastian mutu dan efisiensi operasional. Direktur Program DFW Indonesia, Imam Trihatmadja, menambahkan bahwa langkah ini memberikan perlindungan sekaligus pengakuan formal atas keterampilan pekerja.

Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil, KKP optimistis produktivitas serta daya saing rantai pasok industri tuna nasional akan semakin meningkat di kancah global.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: kabarnusa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top