DENPASAR — Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra membacakan sambutan Gubernur Wayan Koster pada perayaan HUT ke-15 PT Jamkrida Bali Mandara di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (10/8). Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster mengingatkan agar perusahaan tidak kehilangan jati diri sebagai lembaga penjaminan bagi pelaku UMKM yang memiliki usaha layak namun terkendala akses perbankan.
Menurut Gubernur, kehadiran Jamkrida justru menjadi jawaban atas kelemahan struktural yang selama ini dihadapi usaha kecil, yaitu sulitnya mendapatkan dukungan permodalan dari lembaga keuangan formal. Skema penjaminan yang ditawarkan diharapkan mampu membuka keran pembiayaan agar UMKM bisa bertahan dan berkembang.
“Pemerintah daerah hadir melalui lembaga penjaminan PT Jamkrida Bali Mandara untuk menutupi kelemahan UMKM sehingga mereka dapat mengakses produk-produk keuangan. Karena itu, jangan sampai kita melupakan idealisme atas keberadaan lembaga ini,” tegas Gubernur Koster dalam sambutannya.
Gubernur Koster menilai UMKM memiliki daya tahan yang kuat terhadap gejolak ekonomi. Ketangguhan itu terbukti saat pandemi Covid-19 melanda, ketika banyak sektor ekonomi tertekan berat namun usaha kecil justru menjadi penopang utama perekonomian masyarakat.
Data yang disampaikan Sekda Dewa Indra menunjukkan tren positif layanan penjaminan. Jumlah UMKM yang difasilitasi Jamkrida terus meningkat dari tahun ke tahun, yang menurutnya menjadi indikator kesehatan perusahaan sekaligus tingginya kebutuhan masyarakat.
“Tidak dipungkiri, jumlah UMKM yang dibantu penjaminannya oleh PT Jamkrida Bali Mandara terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa PT Jamkrida Bali Mandara berada dalam kondisi yang sangat sehat,” kata Dewa Indra.
Pemerintah kabupaten dan kota di Bali didorong untuk tidak ragu memperkuat sinergi permodalan dengan Jamkrida. Sekda menegaskan tidak ada alasan bagi bupati maupun wali kota untuk menahan diri dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di wilayah masing-masing.
“Tidak ada alasan bagi bupati/wali kota meragukan untuk memperkuat permodalan dan kerja samanya dengan PT Jamkrida Bali Mandara, sekaligus memperluas UMKM di daerah masing-masing untuk mengakses lembaga keuangan bagi perkembangan mereka,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada lembaga keuangan yang telah menjalin kerja sama dengan Jamkrida. Sinergi ini dinilai penting agar keberadaan badan usaha milik daerah memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Bali.
Perayaan ulang tahun kali ini juga menjadi momentum peluncuran logo baru sebagai bagian dari proses rebranding perusahaan. Logo tersebut memuat sejumlah simbol yang merepresentasikan identitas baru, seperti siluet candi bentar yang melambangkan keterbukaan dan kepercayaan, serta monogram huruf “J” sebagai identitas Jamkrida.
Direktur Utama PT Jamkrida Bali Mandara, A.A. Ngurah Adhi Ardhana, menegaskan komitmen perusahaan untuk memperluas akses penjaminan. Menurutnya, Jamkrida tidak hanya menjalankan fungsi bisnis tetapi juga memiliki peran strategis dalam pembiayaan pelaku usaha.
“Hari ulang tahun ke-15 ini sekaligus menjadi momentum untuk merefleksikan diri melalui kegiatan sosial, spiritual, serta dukungan terhadap sektor pertanian. Kami ingin memastikan kegiatan yang dilakukan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Respons positif datang dari pelaku UMKM yang merasakan langsung manfaat layanan penjaminan. Lebih dari 85 persen UMKM menyatakan layanan Jamkrida memberikan manfaat nyata bagi perkembangan usaha mereka.
Sebanyak 92,2 persen UMKM merasa lebih mudah menjalin kerja sama bisnis baru, sementara 90,9 persen lainnya mengaku mampu meningkatkan pemasaran dan mengembangkan produk. Angka ini menjadi bukti bahwa peran Jamkrida tidak sekadar administratif, tetapi berdampak langsung pada perluasan pasar dan kapasitas usaha kecil di Bali.