ITB Buka Beasiswa S2 Kecerdasan Artifisial untuk Lulusan S1 dari Bali, Pendaftaran Ditutup 15 Juni 2026

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Senin, 15 Juni 2026 | 07:01:31 WIB
ITB membuka beasiswa S2 Kecerdasan Artifisial untuk lulusan S1 dari Bali hingga 15 Juni 2026.

BALI — ITB resmi membuka pendaftaran beasiswa S2 Kecerdasan Artifisial bagi lulusan S1 dari berbagai disiplin ilmu. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga ahli AI yang kian mendesak di era digital, termasuk di sektor pariwisata dan industri kreatif Bali.

Jadwal dan Syarat Pendaftaran

Pendaftaran dibuka hingga 15 Juni 2026. Calon peserta wajib memiliki gelar sarjana (S1) dari perguruan tinggi terakreditasi, baik dari dalam maupun luar negeri. ITB tidak membatasi latar belakang jurusan S1, namun kandidat harus menunjukkan ketertarikan dan potensi di bidang kecerdasan artifisial.

Seleksi akan dilakukan secara ketat melalui beberapa tahap, termasuk tes kemampuan akademik dan wawancara. Informasi lengkap mengenai persyaratan teknis dan alur pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi ITB.

Mengapa Beasiswa Ini Penting untuk Bali?

Bali sebagai destinasi global membutuhkan inovasi teknologi untuk mengelola data wisatawan, sistem keamanan, dan pengembangan ekonomi digital. Lulusan program ini diharapkan mampu mengimplementasikan AI untuk solusi lokal, seperti prediksi kunjungan wisata, optimasi energi, hingga digitalisasi UMKM.

“Kami ingin menjaring talenta terbaik dari daerah, termasuk Bali, untuk menguasai teknologi yang akan menjadi fondasi industri masa depan,” ujar perwakilan ITB dalam keterangan resminya.

Apa yang Dipelajari?

Kurikulum S2 Kecerdasan Artifisial ITB mencakup machine learning, computer vision, pemrosesan bahasa alami, dan etika AI. Mahasiswa juga akan terlibat dalam riset terapan yang relevan dengan kebutuhan industri, termasuk potensi kerja sama dengan perusahaan rintisan (startup) di Bali.

Program ini merupakan bagian dari upaya ITB memperkuat ekosistem riset AI di Indonesia, sejalan dengan prioritas pemerintah dalam transformasi digital nasional.

Peluang Karier Lulusan

Lulusan program ini diproyeksikan bekerja sebagai data scientist, AI engineer, maupun konsultan digital di berbagai sektor. Dengan pertumbuhan ekonomi digital Bali yang pesat, kebutuhan akan ahli AI di sektor perhotelan, logistik, dan layanan publik dinilai sangat tinggi.

Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan penuh dan tunjangan hidup selama masa studi. Pendaftar dari Bali disarankan segera melengkapi dokumen sebelum tenggat waktu.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: pdiperjuanganbali.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top