GIANYAR — Harga pangan di Bali per 1 Juni 2026 masih menunjukkan rentang yang lebar, terutama untuk komoditas beras dan cabai. Data dari Sistem Informasi Harga Pangan Utama dan Komoditas Strategis (Sigapura) mencatat harga beras medium berada di posisi menengah, yakni Rp15.000 per kilogram, lebih rendah dari beras super I yang mencapai Rp16.000 per kilogram.
Harga Beras dan Tepung Terigu di Bali
Untuk kebutuhan pokok harian, harga beras premium tercatat Rp14.900 per kilogram. Sementara itu, beras SPHP yang disubsidi pemerintah masih menjadi pilihan termurah dengan harga Rp11.400 per kilogram. Tepung terigu merek Segitiga Biru dijual Rp13.000 per kilogram.
Cabai Rawit Merah Rp66.000, Daging Sapi Paling Mahal
Di kelompok bumbu dapur, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi, mencapai Rp66.000 per kilogram. Cabai merah besar dibanderol Rp56.800 per kilogram. Harga bawang merah dan bawang putih masing-masing tercatat Rp48.500 dan Rp40.600 per kilogram.
Untuk komoditas gula dan minyak goreng, harga gula pasir merek Gulaku atau sejenisnya berada di Rp18.350 per kilogram, sedangkan minyak goreng dijual Rp23.000 per liter.
Daging Sapi Tembus Rp130 Ribu, Telur Ayam Stabil
Di sektor protein hewani, daging sapi has luar menjadi yang termahal dengan harga Rp130.571 per kilogram. Daging babi dijual Rp89.500 per kilogram, sementara daging ayam ras tercatat Rp37.400 per kilogram. Harga telur ayam ras terpantau stabil di angka Rp27.200 per kilogram, dan ikan tongkol dibanderol Rp40.400 per kilogram.
Sayuran dan buah-buahan juga menunjukkan harga yang cukup stabil. Kacang panjang dijual Rp14.900 per kilogram, kangkung Rp11.501 per kilogram, pisang ambon Rp23.600 per kilogram, dan jeruk lokal Rp14.900 per kilogram.