DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali angkat bicara di tengah kekhawatiran masyarakat soal dampak kenaikan harga Pertamax terhadap kebutuhan pokok. Kepastian itu diberikan menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan yang tinggal menghitung hari.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, I Wayan Jarta, menegaskan bahwa harga bahan pokok di pasaran masih dalam kondisi stabil. "Kami pastikan harga dan stok bahan pokok aman. Tidak ada lonjakan signifikan pasca-kenaikan Pertamax," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/6).
Mengapa Warga Khawatir dengan Kenaikan Pertamax?
Kekhawatiran publik muncul karena Pertamax merupakan BBM yang banyak digunakan oleh kendaraan logistik pengangkut sembako. Logikanya, biaya transportasi yang naik bisa mendorong pedagang menaikkan harga jual di pasar. Apalagi, momen Galungan identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga.
Namun, Pemprov Bali menilai rantai distribusi barang di Pulau Dewata masih berjalan normal. Sebagian besar truk pengangkut bahan pokok justru menggunakan solar bersubsidi yang harganya tidak berubah. "Jadi dampaknya tidak langsung ke harga beras, minyak goreng, atau telur," tambah Jarta.
Harga Bahan Pokok Jelang Galungan: Apa Saja yang Dipantau?
Disperindag Bali memantau secara ketat harga di 12 pasar tradisional utama, termasuk Pasar Badung, Pasar Kreneng, dan Pasar Sanglah. Beberapa komoditas yang menjadi perhatian khusus antara lain:
- Beras premium dan medium
- Minyak goreng curah dan kemasan
- Telur ayam ras
- Daging babi dan ayam potong
- Bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit
Hingga pekan ini, harga beras medium masih bertahan di Rp 13.500 per kilogram, sementara minyak goreng curah di angka Rp 17.000 per liter. "Kenaikan hanya terjadi pada cabai rawit yang naik Rp 5.000 karena faktor cuaca, bukan karena BBM," jelas Jarta.
Stok Aman, Imbauan ke Pedagang
Pemprov Bali juga mengimbau para pedagang untuk tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara sepihak. Tim Satgas Pangan akan turun ke lapangan untuk memastikan tidak ada penimbunan atau permainan harga.
"Kami minta masyarakat tidak perlu panic buying. Stok beras di gudang Bulog Bali mencukupi untuk kebutuhan tiga bulan ke depan," tegas Kepala Disperindag.
Hari Raya Galungan dan Kuningan tahun ini jatuh pada Rabu, 17 Juni. Perayaan ini merupakan momen penting bagi umat Hindu di Bali untuk bersembahyang dan berkumpul bersama keluarga, sehingga permintaan bahan pokok dipastikan meningkat.