BALI — Pasar motor listrik nasional memasuki fase kompetitif sepanjang 2026. Tak hanya soal harga setelah dipotong insentif, konsumen kini dihadapkan pada pilihan antara jarak tempuh, jaringan servis, hingga fitur keselamatan. Lima model yang lolos syarat TKDN 40 persen dan bersertifikasi Kemenhub ini menawarkan keunggulan masing-masing yang patut dicermati sebelum memutuskan pembelian.
Dengan banderol Rp 13,8 juta setelah insentif, Volta 401 menjadi pintu masuk paling murah ke dunia motor listrik. Motor bertenaga 2,2 kW ini sanggup menempuh 90 km dalam sekali cas, cukup untuk mobilitas harian di dalam kota. Biaya isi penuh yang hanya Rp 2.500 membuatnya unggul dari sisi efisiensi, meski kecepatan maksimal terbatas di 60 km/jam.
Gesits G2 hadir dengan motor BLDC 3 kW dan baterai lithium 2,7 kWh yang bisa dilepas. Jarak tempuh mencapai 120 km dengan kecepatan puncak 70 km/jam. Fitur seperti panel digital, USB charger, rem cakram ABS, dan sistem anti maling menjadi nilai tambah. Harga Rp 18,5 juta setelah insentif dan ketersediaan di 120 diler resmi membuatnya mudah dijangkau konsumen di berbagai daerah.
United E-Motor T1800 mengusung tenaga 3,5 kW dan jarak tempuh 140 km. Kecepatan maksimal 78 km/jam didukung lampu LED, panel TFT warna, koneksi Bluetooth, dan sistem regeneratif. Yang menarik, baterai bergaransi 5 tahun atau 100.000 km. Harganya Rp 21,2 juta setelah insentif, menjadikannya opsi menarik bagi pengguna yang mengutamakan durabilitas.
Honda EM1 e: memang hanya menawarkan jarak tempuh 96 km dan tenaga 2,4 kW. Tapi kelebihan utamanya terletak pada jaringan 400 diler di seluruh Indonesia. Suku cadang dan layanan purna jual mudah ditemukan, sesuatu yang belum tentu dimiliki merek lain. Baterai kompatibel dengan Mobile Power Pack e: Honda, dan harganya Rp 23,7 juta setelah insentif.
Polytron Fox-R menjadi motor listrik paling bertenaga di daftar ini dengan 4,2 kW dan jarak tempuh 180 km. Kecepatan maksimal 90 km/jam didukung baterai lithium 3,8 kWh yang terdiri dari dua paket dapat dilepas. Fitur navigasi terintegrasi, koneksi aplikasi, rem ABS ganda, dan bagasi 17 liter melengkapinya. Harganya Rp 25,9 juta setelah insentif, dan mendukung penggantian baterai cepat di stasiun tukar resmi PLN.
Insentif potongan harga hanya berlaku untuk pembelian melalui diler resmi yang terdaftar di Kemenperin. Biaya operasional per 100 km berkisar Rp 2.500 hingga Rp 4.000, jauh lebih murah dibandingkan motor bensin. Umur baterai rata-rata 5–7 tahun atau 80.000–120.000 km, dengan pengisian bisa dilakukan di rumah menggunakan listrik PLN 220V biasa.