BALI — Lonjakan harga saham emiten pelat merah mencatatkan kenaikan signifikan. Saham-saham pertambangan BUMN bahkan naik hingga 7 persen dalam sehari, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek bisnis perusahaan negara di tengah tekanan ekonomi global.
Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyebut penguatan ini bukan sekadar fenomena sesaat. Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari transformasi tata kelola dan efisiensi yang dijalankan secara berkelanjutan.
"Kami mengapresiasi kepercayaan yang terus diberikan investor kepada pasar modal Indonesia, khususnya kepada saham-saham BUMN. Penguatan IHSG hari ini menjadi refleksi optimisme terhadap daya tahan dan prospek pertumbuhan perusahaan-perusahaan negara," ujar Dony di Jakarta, Jumat (12/6).
Salah satu pemicu utama reli ini adalah keputusan Bank Indonesia pada 9 Juni 2026 yang menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen. Langkah tersebut langsung disambut positif pelaku pasar, memperkuat arus modal masuk ke saham-saham berkapitalisasi besar milik negara.
Dony menambahkan bahwa stabilitas pasar dan iklim investasi yang kondusif akan menjadi fondasi penting untuk menarik kemitraan strategis serta mendorong investasi baru ke Indonesia. "Momentum ini menunjukkan bahwa arah kebijakan yang ditempuh berada pada jalur yang tepat," katanya.
Di luar kebijakan moneter, penguatan IHSG juga didorong oleh koordinasi intensif antar lembaga. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam sepekan terakhir memfasilitasi serangkaian pertemuan strategis yang mempertemukan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Danantara, Himbara, BPJS, hingga sejumlah perusahaan investasi dan asuransi BUMN.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menilai sinergi ini menjadi faktor krusial dalam menjaga kepercayaan pasar. "Fundamental ekonomi kita tetap terjaga dengan baik. Koordinasi yang terus dilakukan antar pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan.
Ke depan, BP BUMN bersama Danantara berkomitmen mengawal kinerja portofolio perusahaan negara agar tetap adaptif terhadap perubahan global. Targetnya, kontribusi BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat bisa terus meningkat, seiring menguatnya kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.