Marina Coffee Hadir di Subak Dauh Umah Tegallalang, Padukan Kopi, Seni, dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Penulis: Bayu Nugroho  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 21:22:31 WIB
Marina Coffee hadir di Subak Dauh Umah sebagai ruang kolaborasi kopi, seni, dan UMKM lokal.

GIANYAR — Subak Dauh Umah di Desa Adat Cebok, Tegallalang, tak lagi sekadar area persawahan. Kini, di tengah hamparan hijau tersebut, berdiri Marina Coffee, sebuah ruang yang dirancang untuk menjadi titik temu antara penikmat kopi, seniman, dan pelaku UMKM setempat.

Kehadiran tempat ini menjadi jawaban atas kebutuhan wadah bagi produk lokal agar bisa bersaing di era industri kreatif yang kian kompetitif. "Kami ingin menciptakan ekosistem yang saling mendukung antara petani, perajin, dan pelaku seni di sini," ujar pengelola Marina Coffee dalam keterangannya belum lama ini.

Kolaborasi Kopi, Seni, dan Produk Lokal

Marina Coffee tak hanya menyajikan berbagai varian kopi. Tempat ini juga menyediakan galeri kecil untuk pameran karya seni rupa, serta etalase khusus bagi produk UMKM binaan desa setempat. Mulai dari kerajinan anyaman bambu hingga hasil olahan pangan khas Gianyar, semua dipajang untuk dijual langsung kepada pengunjung.

Konsep ini dinilai sebagai strategi tepat untuk memperpendek rantai distribusi. Pelaku UMKM tidak perlu lagi kebingungan mencari pasar, karena konsumen yang datang sudah berada di satu lokasi yang sama. "Ini bentuk pemberdayaan ekonomi yang nyata, bukan sekadar wacana," tambah pengelola.

Mengapa Subak Dauh Umah Dipilih?

Lokasi di kawasan Subak Dauh Umah dipilih bukan tanpa alasan. Area ini dikenal memiliki nilai estetika tinggi dengan pemandangan sawah terasering yang masih alami. Suasana pedesaan yang tenang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menikmati kopi sambil bekerja atau sekadar melepas penat.

Pemilihan lokasi ini juga sejalan dengan upaya pelestarian budaya agraris. Dengan adanya aktivitas ekonomi di subak, diharapkan para petani tetap termotivasi untuk mempertahankan lahan pertanian mereka di tengah tekanan alih fungsi lahan yang marak terjadi di Bali.

Dampak bagi UMKM dan Ekonomi Desa

Kehadiran Marina Coffee memberikan angin segar bagi perputaran ekonomi di tingkat desa adat. Para perajin lokal yang sebelumnya hanya mengandalkan pesanan musiman kini memiliki tempat rutin untuk memajang dan menjual produknya. Beberapa produk bahkan mulai dilirik oleh kolektor seni dan pemilik galeri dari luar daerah.

Ke depan, pengelola berencana mengadakan pelatihan rutin bagi UMKM binaan, mulai dari teknik pengemasan hingga pemasaran digital. "Kami ingin produk dari Tegallalang ini bisa dikenal lebih luas, tidak hanya di Bali tapi juga secara nasional," pungkas pengelola.

Reporter: Bayu Nugroho
Back to top