Prabowo Sebut Dirinya Nyalon Presiden Karena Nilai Indonesia Melenceng dari Jalur Sejak 1990-an

Penulis: Bayu Nugroho  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 20:57:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan motivasi politiknya di Munas HIPMI 2024.

BALI — Presiden Prabowo Subianto membeberkan alasan fundamental yang mendorongnya maju sebagai calon presiden berkali-kali hingga akhirnya memenangkan kursi RI-1. Dalam pidatonya di Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Lampung, Rabu (10/6), ia menegaskan bahwa keputusan itu bukanlah sekadar ambisi meraih jabatan.

Kekhawatiran terhadap Arah Bangsa Sejak Akhir 1990-an

Prabowo mengaku telah lama menyimpan kegelisahan terhadap trayektori pembangunan nasional. "Kenapa saya ingin jadi presiden? Saya ingin jadi presiden karena saya sudah lihat kalau tahun '90-an Indonesia menuju arah yang salah, saya sudah lihat," ujarnya di hadapan para anggota HIPMI.

Pernyataan ini menjadi pengakuan publik yang langka dari seorang kepala negara mengenai asal-usul motivasi politiknya. Prabowo tercatat telah mengalami kekalahan sebanyak empat kali dalam kontestasi pemilihan presiden sebelum akhirnya memenangkan Pilpres 2024.

Elite Dinilai Lebih Gaduh Dibanding Rakyat

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti dinamika di kalangan elite nasional yang dinilainya justru menjadi sumber kegaduhan. Ia membandingkan hal tersebut dengan sikap masyarakat akar rumput yang dinilai lebih memahami esensi kerukunan.

"Karena kadang-kadang, masyarakat elite kita ini, elite yang memang kejam, elite kita ini ya. Tapi hampir semua elite bangsa seperti kita ribut terus, elitenya ribut, rakyat tidak," tutur Prabowo.

Ia menambahkan bahwa rakyat pada umumnya memiliki pemahaman yang lebih baik tentang prinsip hidup berdampingan secara harmonis. "Rakyat paling ngerti untuk dapat hidup yang baik harus ada kerukunan, harus ada paguyuban, harus ada kerja sama, harus ada saling mengisi, bukan saling menghantam," tandas dia.

Bukan Sekadar Soal Kekuasaan

Mantan Menteri Pertahanan itu menepis anggapan bahwa perjuangannya menjadi presiden semata-mata didorong oleh hasrat akan kekuasaan. Ia menekankan bahwa beban dan tantangan yang dihadapi seorang kepala negara jauh dari kata menyenangkan.

"Saya bukan mau jadi presiden hanya untuk jadi presiden, lu kira enak," ujarnya dengan nada tegas di forum yang dihadiri oleh kalangan pengusaha muda tersebut.

Konteks Pernyataan di Tengah Kepemimpinan

Pengakuan Prabowo ini muncul di saat ia telah resmi menjabat sebagai Presiden RI kedelapan. Pernyataan mengenai arah bangsa yang dinilai salah sejak puluhan tahun lalu menjadi semacam refleksi atas kebijakan yang kini ia jalankan. Forum Munas HIPMI sendiri merupakan ajang pertemuan pengusaha muda yang kerap menjadi barometer iklim investasi dan kebijakan ekonomi nasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak yang mungkin dirujuk dalam pernyataan mengenai kegaduhan elite tersebut. Pernyataan Prabowo ini dipastikan akan menjadi bahan diskusi di kalangan pengamat politik terkait konsistensi kebijakan pemerintah saat ini dengan kritik yang pernah ia lontarkan di masa lalu.

Reporter: Bayu Nugroho
Back to top