Suhu Minus 1 Derajat Celsius, Embun Beku Kembali Selimuti Candi Arjuna Dieng di Puncak Musim Kemarau

Penulis: Agus Hermawan  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 16:58:01 WIB
Embun beku menyelimuti Candi Arjuna Dieng saat suhu udara turun hingga minus 1 derajat Celsius.

BALI — Fenomena embun beku kembali menyelimuti kawasan Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, sejak akhir pekan lalu. Sekretaris Desa Dieng Kulon, Sabar Alfarisi, mengatakan bun upas mulai terlihat tiga hari terakhir seiring penurunan suhu udara pada malam hingga pagi hari. "Sebarannya terlihat di sekitar kawasan Candi Arjuna dan beberapa area terbuka lainnya," katanya kepada ANTARA, Selasa (9/6).

Suhu Rumput Tercatat 0,6 Derajat Celsius, Lebih Dingin dari Udara

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, menjelaskan bahwa suhu permukaan tanah atau rumput tercatat lebih rendah dari suhu udara, yakni 0,60 derajat Celsius pada pukul 08.30 WIB. Kondisi ini memungkinkan terbentuknya lapisan kristal es tipis pada rumput, tanaman pertanian, dan permukaan lain yang terpapar udara dingin secara langsung.

"Berdasarkan data, suhu udara minimum di Dieng pada 9 Juni 2026 mencapai 1,05 derajat Celsius pada pukul 01.01 WIB," ujar Goeroeh. Ia menambahkan, curah hujan di kawasan Dieng pada periode 6-9 Juni 2026 tercatat nol milimeter, menandakan atmosfer dalam kondisi sangat kering.

Langit Cerah Tanpa Awan Mempercepat Pelepasan Panas Bumi

Menurut BMKG, tidak adanya tutupan awan pada malam hingga pagi hari membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari dilepaskan secara maksimal ke atmosfer dan luar angkasa. Proses pendinginan berlangsung cepat sehingga suhu permukaan tanah turun drastis. Topografi Dieng yang berupa cekungan dan dikelilingi pegunungan turut memperkuat fenomena ini.

"Udara dingin dari lereng pegunungan bergerak turun pada malam hari dan terperangkap di dasar lembah sehingga suhu di kawasan tersebut menjadi jauh lebih rendah dibandingkan daerah sekitarnya," kata Goeroeh.

Wisatawan Berburu Foto Bun Upas, Petani Diimbau Waspada

Fenomena alam yang menjadi ciri khas musim kemarau di Dieng ini selalu menarik perhatian wisatawan. Sabar mengatakan banyak pengunjung datang sejak dini hari untuk menyaksikan sekaligus mengabadikan terbentuknya lapisan kristal es tipis di permukaan rumput dan tanaman. "Sudah banyak wisatawan yang datang untuk melihat dan mengambil foto embun beku. Fenomena ini memang selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Dieng," katanya.

BMKG mengimbau masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Dieng untuk mempersiapkan pakaian hangat serta mewaspadai suhu dingin ekstrem yang diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama pada malam hingga pagi hari. Petani di sekitar kawasan Dieng juga diminta waspada terhadap potensi kerusakan tanaman akibat embun beku yang dapat membekukan jaringan daun dan batang tanaman.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top