Sumur Baru Pertamina di Prabumulih Mengalirkan Minyak 285 Barel per Hari, Bukti Lapangan Tua Masih Produktif

Penulis: Candra Setiabudi  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 16:11:31 WIB
Sumur KRG-040 di Prabumulih berhasil produksi 285 barel minyak per hari.

BALI — Sumur KRG-040 mulai dibor pada 4 Mei 2026 dan berhasil diuji produksi pada 8 Juni 2026. Hasilnya, laju aliran fluida mencapai 475 barel per hari (BLPD) dengan kandungan air (water cut) hanya 40 persen. Artinya, minyak murni yang bisa dijual mencapai 285 barel per hari.

“Alhamdulillah, sumur pengembangan KRG-040 di Lapangan Limau berhasil diuji produksi dengan hasil 475 BLPD. Dengan kadar air 40 persen, sumur ini memberikan kontribusi net oil sekitar 285 BOPD,” ujar Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dalam keterangan resminya, Senin (9/6).

Teknologi Pengeboran yang Efisien

Proses pengeboran sumur ini menggunakan metode directional well tipe J dengan memanfaatkan Rig PDSI 25.2/LTO-750-M. Target pengeboran menyasar tiga lapisan reservoir sekaligus: TAF-D3, TAF-D4, dan TAF-E. Total kedalaman yang berhasil ditembus mencapai 1.803 meter measured depth (mMD) atau 1.625 meter true vertical depth (TVD), dan seluruh pekerjaan rampung dalam 33 hari.

Efisiensi waktu ini menjadi catatan penting. Pasalnya, semakin cepat sumur selesai dibor, semakin cepat pula minyak bisa dialirkan dan memberikan kontribusi pada kas negara.

Lapangan Tua yang Tak Pernah Menyerah

Lapangan Limau merupakan salah satu lapangan minyak tertua di Sumatera Selatan yang masih beroperasi. Tanpa program pengeboran dan optimasi produksi yang agresif, produksi dari lapangan tua biasanya akan terus menurun secara alami.

“Keberhasilan ini menjadi tambahan produksi yang penting dalam upaya menjaga dan meningkatkan produksi minyak nasional. SKK Migas bersama KKKS akan terus mendorong kegiatan pemboran pengembangan secara agresif,” tegas Djoko.

Dengan tambahan pasokan dari sumur KRG-040, Pertamina EP Zona 4 berharap bisa mempertahankan kontribusi Lapangan Limau terhadap pasokan energi nasional. Langkah ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk menekan impor minyak dan memperkuat ketahanan energi di tengah gejolak harga global.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top