Harga Emas Galeri 24 Pegadaian di Bali Mandek di Level Rp64 Jutaan per 25 Gram, Pasar Tunggu Sinyal BI

Penulis: Candra Setiabudi  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 08:10:31 WIB
Harga emas Galeri 24 di Pegadaian Bali stabil di Rp64,1 juta per 25 gram.

DENPASAR — Harga emas batangan produksi Galeri 24 yang dipasarkan melalui outlet Pegadaian di Bali tercatat stagnan dalam sepekan terakhir. Untuk cetakan 25 gram, harga masih berada di level Rp64.100.000 per unit, tidak berubah dari posisi akhir pekan lalu.

Rincian Harga Emas Galeri 24 di Pegadaian Bali

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman resmi Pegadaian, berikut rincian harga emas Galeri 24 per Senin ini:

  • 0,5 gram: Rp1.645.000
  • 1 gram: Rp3.068.000
  • 5 gram: Rp14.670.000
  • 10 gram: Rp29.085.000
  • 25 gram: Rp64.100.000
  • 50 gram: Rp135.200.000

Kapan Harga Emas Mulai Bergerak Lagi?

Stagnasi harga ini dinilai sebagai fase konsolidasi pasar. Para pelaku pasar logam mulia di Denpasar dan sekitarnya masih menunggu keputusan suku bunga acuan BI yang dijadwalkan pada pekan ini. Jika BI mempertahankan suku bunga, harga emas diperkirakan masih akan bertahan di level saat ini. Sebaliknya, pemangkasan suku bunga bisa mendorong harga emas naik karena biaya oportunitas memegang aset non-bunga menjadi lebih rendah.

Harga Buyback Ikut Stagnan

Selain harga jual, harga buyback atau harga yang diterima nasabah saat menjual kembali emasnya juga ikut mandek. Untuk buyback emas Galeri 24, Pegadaian mematok harga Rp58.800 per gram. Artinya, selisih antara harga jual dan harga beli kembali masih cukup lebar, yang merupakan margin standar untuk emas batangan ritel.

Pegadaian sendiri menawarkan dua jenis emas batangan di Bali: Galeri 24 dan Antam. Harga emas Antam 25 gram tercatat sedikit lebih tinggi, yakni Rp64.500.000 per unit, dengan buyback di level Rp59.550 per gram.

Para pengamat menyarankan masyarakat yang ingin berinvestasi emas untuk memanfaatkan momen stagnasi harga ini sebagai waktu untuk akumulasi pembelian, terutama menjelang potensi kenaikan harga di kuartal berikutnya.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: pdiperjuanganbali.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top