TABANAN — PT PLN (Persero) UIP JBTB menyalurkan bantuan program TJSL untuk konservasi Jalak Bali di Tabanan. Bantuan ini diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Keanekaragaman Hayati.
Melalui program ini, PLN berupaya memastikan populasi burung endemik Pulau Dewata tersebut dapat berkembang biak dengan aman di habitat alaminya. Sinergi dengan komunitas lokal menjadi kunci utama dalam pelaksanaan program konservasi ini.
PLN tidak bekerja sendiri dalam program ini. Perusahaan listrik pelat merah itu menggandeng komunitas lokal di Tabanan untuk memastikan upaya konservasi berjalan efektif. Keterlibatan warga sekitar diharapkan mampu menjaga ekosistem tempat Jalak Bali berkembang biak.
Burung Jalak Bali dikenal sebagai salah satu satwa endemik yang menjadi ikon wisata Provinsi Bali. Populasinya di alam liar terus mendapat ancaman, sehingga intervensi dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta, dinilai krusial.
Penyaluran bantuan ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Keanekaragaman Hayati. Momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, terutama di kawasan yang menjadi habitat satwa langka seperti Jalak Bali.
PLN UIP JBTB menyatakan bahwa program TJSL ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menjaga keanekaragaman hayati di Pulau Dewata.
Dengan adanya bantuan dan sinergi bersama komunitas, diharapkan angka reproduksi Jalak Bali di habitat alaminya meningkat. Ancaman perburuan dan kerusakan habitat pun bisa ditekan melalui pengawasan ketat dari warga setempat.
Program ini menjadi contoh kolaborasi antara BUMN dan masyarakat dalam pelestarian satwa endemik. Ke depan, model konservasi serupa diharapkan bisa diterapkan di daerah lain di Bali yang memiliki potensi keanekaragaman hayati tinggi.