BALI — Laga internal yang mempertemukan Tim Merah melawan Tim Putih menjadi laboratorium utama bagi John Herdman. Ia sengaja membagi 28 pemain dalam komposisi tidak seimbang: 16 pemain di Tim Merah dan 12 pemain di Tim Putih.
Hasil simulasi ini mengejutkan. Tim Putih yang hanya diperkuat 12 pemain sukses mengalahkan Tim Merah dengan skor tipis 5-4. Penyerang Jens Raven menjadi bintang lapangan setelah mencetak hattrick.
Perbedaan formasi menjadi kunci. Tim Merah mengusung skema 4-3-3 yang mengandalkan penguasaan bola. Sebaliknya, Tim Putih bermain dengan pola 3-4-3 dan fokus pada serangan balik cepat.
Siasat kedua yang diterapkan Herdman adalah penggunaan enam garis merah di area tengah lapangan. Garis-garis ini berfungsi sebagai panduan visual bagi pemain untuk menjaga jarak saat terjadi transisi dari menyerang ke bertahan.
Instruksi ini memaksa lini belakang berani berdiri tinggi untuk menerapkan jebakan offside. Di sisi lain, pemain dituntut lebih kreatif mencari ruang kosong saat membangun serangan.
Beberapa poin penting dari metode ini antara lain meningkatkan disiplin posisi saat transisi negatif, mendorong pergerakan tanpa bola yang lebih dinamis, serta memastikan barisan belakang tidak terlambat mundur menghadapi serangan balik lawan.
Keputusan paling menarik adalah pergeseran posisi sejumlah pemain. Herdman mencoba menempatkan pemain dengan kecepatan lari tinggi di posisi bek tengah dalam formasi tiga bek.
Mathew Baker dan Shayne Pattynama yang biasanya beroperasi di sisi kiri, ditarik menjadi bek tengah bagian kiri. Sementara Fajar Fathurahman, bek kanan ofensif, diuji kemampuannya sebagai bek tengah di sisi kanan.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap penyerang lawan yang punya keunggulan sprint. Dengan menempatkan pemain cepat di jantung pertahanan, Herdman berharap tim memiliki proteksi lebih baik terhadap serangan kilat.
Setelah sesi di Jakarta rampung, rombongan Timnas Indonesia akan melanjutkan pemusatan latihan di Bali. Di Pulau Dewata, tim pelatih akan mematangkan formula akhir sebelum turnamen resmi dimulai.
Piala AFF 2026 berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan satu tim pemenang playoff antara Timor Leste melawan Brunei Darussalam.