BADUNG — Pemerintah Kabupaten Badung mematangkan skema peluncuran program Beasiswa 'Nak Badung' Tahun 2026. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengonfirmasi bahwa program tersebut akan resmi diluncurkan pada 9 Juni 2026, bersamaan dengan penandatanganan kesepakatan bersama dengan perguruan tinggi mitra.
Beasiswa 'Nak Badung' dibagi ke dalam dua kategori sasaran. Pertama, Beasiswa Motivasi diperuntukkan bagi siswa SMA/SMK. Kedua, Beasiswa Afirmasi ditujukan untuk mahasiswa jenjang S1, D4, serta program profesi.
Pemkab Badung memprioritaskan perguruan tinggi yang diajak kerja sama memiliki program studi berkualitas dengan akreditasi minimal baik maupun sangat baik. Hal ini untuk memastikan lulusan yang dihasilkan benar-benar kompeten dan berdaya saing.
Kuota yang disediakan untuk program ini dibatasi sebanyak 450 kursi. Jumlah tersebut berlaku sama rata untuk mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS).
Karena kuota terbatas, pemerintah akan menerapkan sistem verifikasi berbasis urutan pendaftar. Calon penerima yang paling awal melengkapi berkas administrasi akan diprioritaskan.
Pemkab Badung akan memperketat indikator penilaian untuk mengantisipasi warga miskin yang tercecer. Tim verifikasi akan melakukan pengecekan faktual secara langsung ke lapangan.
Langkah ini untuk memastikan bahwa status orang tua calon penerima beasiswa, misalnya sebagai petani, benar-benar riil dan bukan sekadar formalitas administratif. Bupati Adi Arnawa menekankan pentingnya keadilan dalam penyaluran beasiswa ini.
Program Beasiswa 'Nak Badung' menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Badung 2025-2029. Bupati Adi Arnawa menyatakan bahwa Pemkab Badung wajib merancang beasiswa ini untuk mendongkrak kualitas dan daya saing warga lokal.
"Bagaimana kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri jika tidak mempunyai SDM yang mumpuni. Maka dari itu, saya berharap melalui sosialisasi ini kita bisa menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam mencetak generasi emas yang unggul dan berdaya saing global," ujar Adi Arnawa dalam paparannya di hadapan para petinggi perguruan tinggi di Bali, Jumat (29/5/2026).
Pemkab Badung berharap kuota 450 penerima dapat terpenuhi seluruhnya. Program ini dirancang sebagai investasi strategis untuk mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan berkualitas yang merata serta berkeadilan.