BULELENG — Kasus African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika resmi terkonfirmasi di Kabupaten Buleleng, Bali. Puluhan ekor babi dilaporkan mati mendadak dalam beberapa hari terakhir di wilayah Kecamatan Tejakula.
Dinas Pertanian dan Peternakan Buleleng telah mengambil sampel dari bangkai babi yang mati mendadak. Hasil uji laboratorium memastikan penyebab kematian adalah virus ASF yang sangat menular pada babi.
Penyakit ini tidak menular ke manusia, namun tingkat kematiannya pada ternak babi bisa mencapai 100 persen. Penularan melalui kontak langsung antar babi, pakan, atau peralatan kandang yang terkontaminasi.
Petugas menemukan puluhan bangkai babi di beberapa banjar di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Wilayah ini merupakan salah satu sentra peternakan babi di Bali utara.
Pemilik ternak melaporkan babi mereka mati secara tiba-tiba tanpa menunjukkan gejala sakit yang jelas. Kondisi ini membuat warga panik dan langsung melapor ke perangkat desa setempat.
Dinas Pertanian dan Peternakan Buleleng langsung menerapkan prosedur karantina di lokasi temuan. Petugas melakukan pemusnahan bangkai dengan cara dikubur untuk memutus rantai penularan.
Penyemprotan desinfektan dilakukan di kandang-kandang yang berada di radius terdampak. Sosialisasi juga digencarkan kepada peternak agar tidak menjual atau memindahkan babi yang sakit.
Kematian puluhan ekor babi dalam waktu singkat langsung dirasakan dampaknya oleh peternak di Tejakula. Sebagian warga menggantungkan pendapatan harian dari penjualan ternak babi.
Belum ada angka pasti kerugian materiil, namun puluhan ekor babi dewasa yang mati diperkirakan bernilai puluhan juta rupiah. Peternak diimbau tidak panik dan segera melapor jika menemukan gejala serupa.
Pemerintah Kabupaten Buleleng melarang keras pergerakan babi keluar dari zona terinfeksi. Pelanggaran dapat memperluas penyebaran ASF ke kecamatan lain di Buleleng.
Peternak diminta menerapkan biosekuriti ketat, termasuk membatasi orang masuk kandang dan menyediakan alas kaki khusus. Laporan kasus baru terus dimonitor oleh tim satgas penyakit hewan.