NEGARA — Lonjakan volume kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, terjadi pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Antrean kendaraan, khususnya truk logistik, mengular hingga ke luar area pelabuhan, mengganggu lalu lintas di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Kendaraan jenis truk besar mendominasi antrean di dermaga. Beberapa pengemudi truk, yang diduga tidak sabar menunggu giliran, nekat menerobos antrean kendaraan lain. Aksi ini memicu kemacetan tambahan dan gesekan antarpengemudi di lokasi.
“Saya sudah antre dua jam, tapi truk-truk ini terus nyelonong. Mereka seperti tidak peduli aturan,” ujar seorang sopir mobil pribadi yang enggan disebutkan namanya, di lokasi, Senin (17/6/2025).
Peningkatan volume kendaraan terjadi karena pergerakan logistik dan penumpang yang bersamaan dengan libur panjang Idul Adha. Pelabuhan Gilimanuk merupakan pintu keluar utama Pulau Dewata menuju Pulau Jawa, sehingga beban kendaraan melonjak signifikan pada momen libur keagamaan.
Data dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat, volume penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk pada H-1 Idul Adha naik hingga 25 persen dibandingkan hari biasa. Namun, petugas di lapangan kesulitan mengurai antrean karena dominasi truk kontainer yang memakan banyak ruang di dermaga.
Petugas gabungan dari ASDP, Polres Jembrana, dan Dinas Perhubungan Bali berupaya mengatur antrean dengan sistem buka-tutup jalur. Mereka juga mengimbau pengemudi truk untuk mematuhi aturan dan tidak menerobos antrean.
“Kami minta semua pengemudi bersabar dan mematuhi arahan petugas. Aksi menerobos hanya akan memperparah kemacetan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Bali, I Wayan Eka Suyasa, melalui keterangan tertulisnya.
Pihak ASDP juga mengimbau pengemudi mobil pribadi untuk memilih waktu perjalanan di luar jam sibuk guna menghindari antrean panjang. Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan tetap padat hingga puncak arus balik Idul Adha pada akhir pekan ini.